SAP Memperkenalkan Teknologi Tata Kota di Indonesia agar Terkoneksi dan Nyaman

Visi ‘Urban Matters’ Mengatasi Berbagai Tantangan di Kota-kota yang Berkembang Pesat

Jakarta, 2 Desember 2013 — SAP hari ini memperkenalkan konsep Urban Matters, sebuah visi dan pendekatan untuk bekerjasama dengan pemerintah dan warga kota untuk menanggulangi berbagai tantangan dari pesatnya tingkat urbanisasi. Teknologi mengambil peranan penting dalam pendekatan ini, serta melibatkan warga kota dari seluruh dunia untuk berbagi pengalaman sukes mereka dalam mengelola administrasi sipil.

“Di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, cara kita berinteraksi dengan kota dan pemerintah saat ini tampak seperti yang terjadi puluhan tahun yang lalu Walaupun sebenarnya hal ini sudah berubah. Dengan tumbuhnya urbanisasi, makin banyak kota-kota beralih pada teknologi dan model administratif baru seperti crowdsourcing untuk membantu mengatasi berbagai masalah besar,” ujar Vivek Puthucode, Vice President for Public Services at SAP Asia Pacific Japan. “Dari transportasi hingga kesehatan, inovasi teknologi dan ‘citizen engagement’ akan mengubah kota kita dan meningkatkan taraf hidup. Sementara teknologi merupakan bagian penting dari pendekatan tersebut, berbagi pengalaman sukses dalam administrasi sipil dan ‘citizen engagement’ dari para pelanggan perkotaan di seluruh dunia juga menjadi hal yang penting.”

Kompetisi menciptakan perlombaan untuk menjadi ‘best-run cities

Solusi-solusi SAP hadir pada saat kota sedang berkompetisi untuk meningkatkan investasi, bakat, ketenagakerjaan, dan berlomba untuk menjadikan kotanya sebagai  kota mandiri. Kompetisi ini tentu membutuhkan  fokus pada penyelenggaraan administratif dan penggunaan teknologi untuk mendukung agar  kota menjadi  kota terbaik atau ‘best-run cities’. Aspek inti dari ‘best-run cities’ adalah kemampuan kota tersebut untuk mengawasi dan mengukur apa yang dikelolanya, dan memberikan efisiensi pada tiap-tiap prosesnya untuk meningkatkan produktivitas.

“Perkotaan adalah pusat kehidupan dari jutaan warga Indonesia, dan di SAP kami antusias membantu Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia untuk menjadi ‘best-run cities’,” kata Suraj Pai, Vice President, Platform Solutions, SAP Southeast Asia.

Mengurangi Kemacetan

Kemacetan adalah masalah perkotaan yang paling utama, dan juga menjadi wilayah dimana SAP sedang membuat kemajuan yang berarti. Rabu lalu di Beijing, SAP mengumumkan sebuah proyek percontohan yang membantu organisasi pengelola transportasi kota di Cina memahami dengan cepat situasi lalulintas, menganalisis arus penumpang dan operasi taksi dengan akurat, dan mendapatkan pandangan yang real-time untuk membuat keputusan berbasis fakta. SAP Labs China dan Research Institute of Highway Ministry of Transport telah berkolaborasi mengembangkan sebuah platform percontohan big data yang didukung teknologi SAP HANA® di Beijing, Kunming, Chongqing, dan Tianjin. Platform ini akan menyediakan para pengelola transportasi kota dengan ‘pandangan yang real-time, sehingga mereka dapat memahami situasi lalu lintas, arus penumpang dan operasi taksi, dan membuat keputusan berbasis-fakta dengan cepat.

 

Platform seperti ini dapat mendorong kenyamanan mobilitas bagi warga Indonesia. Tidak hanya kenyamanan saja, kemampuan untuk menghindari kemacetan, dapat mengurangi waktu hingga berjam-jam pada rata-rata perjalanan tiap warga kota di Indonesia, sehingga hal ini meningkatkan kualitas hidup, sebuah tantangan yang ingin dicapai oleh setiap warga Indonesia.

Memobilisasi para dokter

Sementara populasi Indonesia meningkat maka makin meningkat pula penggunaan pelayanan kesehatan, baik fasilitas kesehatan, dan sistem kesehatan. Para ahli kesehatan yang ada menghadapi tekanan yang sangat kuat. Disini SAP membantu sistem kesehatan untuk berjalan lebih baik dan meningkatkan pelayanan pada pasien. Teknologi mobile memiliki peran kunci, apakah dalam hal memberdayakan para pasien untuk mengakses catatan medis mereka, memungkinkan dokter untuk dengan mudah melihat catatan dan hasil tes pasien dari mana saja, atau memungkinkan mobilisasi para perawat untuk melayani pasiennya di rumah daripada di rumah sakit yang lebih mahal.

SAP Electronic Medical Record menyediakan para profesional kesehatan mengakses catatan medis para pasiennya secara elektronik dari iPads dan tablets. Dengan informasi yang tersedia pada perangkat mobile, profesional kesehatan dapat mengakses sejarah pasien, rekam jejak kesehatan, dan kolaborasi yang lebih baik dengan para profesional kesehatan dan pasien lainnya secara real-time. Aplikasi tersebut mengintegrasikan baik sistem informasi SAP maupun non-SAP dan telah tersedia saat ini pada perangkat iOS dan Android.

Memberdayakan warga kota

Pemerintah menghadapi tuntutan atas  pelayanan yang baik, dengan biaya rendah, dan memiliki akuntabilitas. Pada saat yang sama, menjamurnya perangkat mobile yang terkoneksi telah merevolusi cara orang-orang untuk berinteraksi dengan dunia di sekelilingnya pada seluruh segi kehidupan. Namun, pendekatan pemerintah masih banyak menggunakan model-model yang kuno.

Saat ini konsep CityApp SAPmemasuki masa pengembangan. SAP bercita-cita untuk menyediakan sebuah titik akses tunggal dan mudah untuk seluruh pelayanan kota. CityApp nantinya akan membantu masyarakat untuk berkendaraan di dalam kota, tetap terinformasi, berinteraksi dengan kota dan lingkungannya, melihat data kotanya, dan menggunakan pelayanan kota.

SAP terus memperbaiki konsep CityApp dengan ide-ide baru yang muncul secara real-time. Sementara makin banyak perangkat memasuki Cloud, internet menjadi berperan dan membuka berbagai kemungkinan baru. Sistem informasi berbasis sensor membuat kota menjadi mungkin untuk terlibat dengan para warganya, bisnis-bisnisnya, dan komunitasnya secara real-time. Solusi SAP seperti CityApp ini menggambarkan generasi selanjutnya dari ‘citizen engagement’.

“Sementara meningkatnya perkembangan pembangunan yang pesat di Indonesia, kami percaya konsep ini merupakan solusi yang tepat. Kami ingin memberikan kontribusi bagi Indonesia yang lebih terkoneksi, nyaman, dan terkelola baik. Strategi kami adalah untuk menggabungkan teknologi berkelas dan ide-ide kelas dunia serta isu-isu yang menjadi masalah bagi warga Indonesia,” tutup Suraj Pai.