GGGI Bertemu Wakil Presiden RI Boediono untuk Mendukung Pembangunan Ramah Lingkungan di Indonesia

JAKARTA – 16 September 2013 – Chairman Council Global Green Growth Institute (GGGI), Lars Løkke Rasmussen, GGGI Council Member Indonesia, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo, Direktur Jenderal GGGI Howard Bamsey, dan GGGI Perwakilan Negara Indonesia, Anna van Paddenburg, dan Duta Besar Denmark di Indonesia, Martin Bille Hermann, baru-baru ini bertemu dengan Wakil Presiden RI Boediono yang didampingi oleh Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto, dan Wakil Menteri Luar Negeri, Wardana, untuk mendiskusikan kebijakan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan memperhatikan lingkungan dan masyarakat.

Chairman Rasmussen, Perwakilan negara-negara anggota, Direktur Jenderal Bamsey, dan anggota GGGI lainnya, berada di Indonesia untuk membuat perencanaan dan strategi jangka panjang organisasi, tahun 2015 keatas. Selama kunjungan tersebut, perwakilan negara anggota GGGI juga melakukan kunjungan lapangan dan bertemu dengan pemerintah dan para pengusaha.

Indonesia telah memainkan peranan kunci dalam pengembangan GGGI, yakni sebagai pendiri dan anggota organisasi, juga sebagai mitra nasional dan regional dalam mengembangkan proyek-proyek yang mendukung pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Para anggota negara dari Council GGGI memberikan ucapan selamat kepada Presiden Yudhoyono atas keberhasilannya dalam mendorong ’green growth’, yakni termasuk menempatkan program pembangunan ramah lingkungan secara mendasar pada agendanya, mempromosikan hukum dan regulasi yang didesain bagi pembangunan industri yang ramah lingkungan, dan mendirikan REDD+ Agency pada awal bulan ini, sebagai bagian komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 41% hingga tahun 2020 nanti.

Banyak negara berkembang sekarang memilih model baru untuk melajukan pertumbuhan ekonomi. Model ini mengikutsertakan aspirasi masyarakatnya demi kehidupan yang lebih baik bagi mereka, keluarga, dan komunitasnya. Sebelumnya, pembangunan dilaksanakan tanpa peduli dengan keberlanjutan jangka panjang sumber daya alam. Di bawah kepemimpinan Presiden Yudhoyono, Indonesia telah menjadi inspirasi dalam menunjukkan perkembangannya bahwa pembangunan model baru itu sangat dimungkinkan.

Program ‘Green Growth’ yang didukung GGGI di Indonesia didiskusikan secara panjang. Pemerintah Indonesia dan GGGI Green Growth Program secara resmi diluncurkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida Alisjahbana, dan Direktur Jenderal GGGI, Howard Bamsey, pada tanggal 18 Juni 2013, setelah selama beberapa tahun GGGI bekerja di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Program Green Growth, termasuk di antaranya pengarusutamaan ‘green growth’ kedalam perencanaan ekonomi dan pembangunan negara, mendorong penerapan green teknologi dan menggerakkan investasi modal ke arah ‘green growth’. Program ini juga mendukung tujuan REDD+ (penurunan emisi rumah kaca terkait pengelolaan hutan), maupun kegiatan terkait pertumbuhan ekonomi hijau di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

“Sejak peluncuran resmi Program Green Growth oleh Pemerintah Indonesia, keterlibatan kami dengan lembaga-lembaga dan mitra Indonesia terus melaju. Hubungan pun lebih kuat, dan kita mulai melihat hasil yang nyata. Hal ini sebagian besar karena keterlibatan antusias dari pemerintah Indonesia dan komitmen Presiden Yudhoyono untuk pertumbuhan ekonomi hijau,” kata Direktur Jenderal Bamsey.

Wakil Presiden Boediono menanyakan tentang keberadaan kantor GGGI di Indonesia. Perwakilan GGGI untuk Negara Indonesia Anna van Paddenburg mengatakan bahwa cara kerja GGGI sangat unik. “Kami tidak membuka kantor, tetapi kami berkerja di kementerian dimana kami melakukan kerjasama program green growth,” kata Anna van Paddenburg.

“Saya sangat senang dapat memulai diskusi program dan strategi GGGI jangka panjang dan untuk tahun 2015 keatas pada pertemuan GGGI Council di Indonesia. Saya kagum melihat pekerjaan GGGI di Indonesia dengan Presiden Yudhoyono. Kami menerima masukan yang sangat bernilai terhadap aktivitas GGGI. Saya sangat menanti kelanjutan hubungan GGGI dengan Indonesia yang adalah negara anggota yang sangat penting di organisasi ini,” kata Chairman Rasmussen.