Baidu dan Uber Umumkan Kemitraan Strategis

Jakarta, 19 Desember 2014 – Baidu, perusahaan pengembang mesin pencari terkemuka asal Tiongkok, mengumumkan perjanjian kerja sama dan investasi strategis dengan Uber yang bergerak di bidang aplikasi penghubung antara penumpang dengan pengemudi “taksi premium”. CEO Uber Travis Kalanick dan CEO sekaligus Pendiri Baidu Robin Li mengumumkan kesepakatan kedua perusahaan dalam acara penandatanganan perjanjian di kantor pusat Baidu di Beijing pada hari Rabu 17 Desember 2014.

Dalam perjanjian tersebut, Baidu sepakat untuk berinvestasi di Uber, di mana para pengguna Baidu Map dan Mobile Baidu (mesin pencari mobile andalan Baidu) dapat terhubung dengan para pengemudi yang menjadi mitra Uber dengan mudah. Sebaliknya, Uber akan memanfaatkan keunggulan teknologi Baidu dalam pencarian mobile, pemetaan mobile, serta distribusi aplikasi.

“Misi Baidu adalah selalu memberikan pengalaman terbaik dan paling efektif bagi para pengguna untuk menemukan apa yang mereka cari. Di era smartphone seperti saat ini, akan semakin banyak layanan yang terhubung dengan pengguna. Orang-orang mencari layanan yang paling nyaman dan mudah untuk bepergian ke tempat yang ingin mereka tuju,” kata Robin Li. “Pertumbuhan Uber yang sangat pesat dalam empat tahun terakhir adalah bukti dari adanya permintaan pasar akan transportasi yang mudah dipesan, dapat diandalkan, serta terjangkau. Kami sangat senang dapat bekerja sama untuk membantu memenuhi permintaan tersebut, dan sangat bersemangat dengan adanya kemitraan strategis pertama antara perusahaan internet Tiongkok dengan Amerika ini.”

“Kerja sama ini merupakan hal yang sangat penting bagi Uber,” kata Travis Kalanick. “Saat ini, kami telah beroperasi di 250 kota di seluruh dunia, dan wilayah Asia-Pasifik telah menjadi wilayah pertumbuhan utama bagi kami. Kerja sama kami dengan Baidu yang merupakan brand yang telah mendunia, mencerminkan komitmen kami kepada masyarakat serta komunitas penumpang dan mitra sopir Uber yang terus berkembang di sini.”

Saat ini Uber telah beroperasi di sembilan kota di Tiongkok, yaitu Beijing, Shanghai, Tianjin, Chongqing, Shenzhen, Guangzhou, Wuhan, Chengdu, dan Hangzhou.

Baidu merupakan pemimpin dalam pencarian mobile, pemetaan mobile, dan distribusi aplikasi di Tiongkok. Mesin pencari mobile Baidu memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif setiap bulannya, dan Baidu Map memiliki lebih dari 240 juta pengguna aktif bulanan. Baidu merupakan platform distribusi aplikasi mobile terbesar di Tiongkok, yang mendistribusikan rata-rata 160 juta aplikasi setiap harinya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Baidu telah memperluas pasar di luar Tiongkok, dan fokus pada negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika Utara, serta Amerika Latin. Pada bulan Juli 2014, Baidu meluncurkan mesin pencari berbahasa Portugis dan Brazil.