Jakarta, 15 Maret 2012 – SAP Indonesia mengumumkan pemberian sertifikat SAP Customer Center of Expertise (CCoE) untuk Telkom. SAP Customer Center of Expertise (CCoE) adalah sebuah sertifikasi dari SAP (Perusahaan pemimpin pasar global dalam aplikasi software untuk perusahaan) yang menunjukkan bahwa operasional SAP di suatu perusahaan telah memenuhi standar SAP. Dalam hal ini, perusahaan yang mendapatkan sertifikat tersebut dinilai telah mengoperasikan aplikasi SAP secara efisien, optimal dan dengan performa yang baik.
“Dengan sertifikasi ini, terbukti bahwa Telkom Group merupakan partner yang terpercaya dalam implementasi SAP,” ujar Singgih Wandojo, Managing Director, SAP Indonesia
“Sertifikasi SAP CCoE ini penting, agar kita terus dapat mengelola sistem dengan baik karena lebih dari 60% sistem IT Telkom berbasis SAP. Bila IT-nya kendor, maka bisnisnya akan kendor dan bermasalah,” ungkap Direktur ITSS/CIO Telkom Indra Utoyo. “Penting bagi kita untuk memilih bergaul dengan yang terbaik, dan SAP merupakan perusahaan terkemuka dan terbaik di industri TI,” tambahnya.
Selain itu, Indra juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengecekan secara berkala mengingat sertifikasi ini berlaku selama 2 tahun. Telkom telah mengimplementasikan SAP selama kurang lebih 14 tahun.
Implementasi SAP di Telkom
Implementasi SAP di Telkom dimulai dari implementasi SAP ERP pada tahun 2001, yang pada saat ini telah menggunakan ERP 6.0 (Enterprise Resource Planning) dan New GL (General Ledger) , RMCA (Revenue Management and Contract Accounting) , CRM (Customer Relationship Management), BPC (Business Planning and Consolidation) dan MDM (Master Data Management)
Rencananya di tahun 2012 Telkom akan mengimplementasikan CRM 7.0 (termasuk retail) dan BPC Planning. Total jumlah pengguna SAP di Telkom pada saat ini mendekati 4.000 pengguna.
Proyek SAP MAX Attention juga telah secara sukses diimplementasikan di Telkom. SAP MaxAttention merupakan bagian dari SAP Active Global Support ( SAP AGS), dimana dukungan penuh diberikan untuk mengelola IT landscape dan memecahkan kompleksitas yang timbul akibat ekspansi atau upgrade sistem. Proyek ini dimulai dari dibentuknya Pengembangan Kompetensi Bisnis IT Service (PKBITS) pada Juli 2010 dengan anggota sekitar 20 orang. Dilanjutkan dengan pembentukan unit Business Customer & Enterprise Operation (BCEO) pada tahun 2011 dengan personil 25 orang, sejalan dengan transformasi organisasi IS Center. Dan rencana berikutnya untuk membentuk sebuah World Class SAP Support Organization.
Target dari SAP Max Attention adalah meraih sertifikat SAP CCoE. Untuk meraih sertifikat tersebut, Telkom menggandeng mitra Abyor sebagai mentor, pendukung operasional dan nara sumber dalam transfer pengetahuan. Sehingga Telkom mampu mengimplementasikan aplikasi SAP sesuai standar dan memiliki satu organisasi pengelola aplikasi SAP. Proyek SAP Max Attention akan berakhir pada pertengahan tahun 2012
Lebih lanjut Indra memaparkan tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan IT di Telkom yakni Excellent Aspiration, dimana perusahaan yang baik, kita tidak hanya menjalankan sistem IT, tapi menegakkan sistem IT dimana implementasi IT dengan cara-cara yang terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan; Competence Team, atau tim yang solid; dan Replication dimana kesuksesan sebuah tim harus ditularkan ke tim yang lain dan kesuksesan implementasi sistem IT harus diadopsi oleh Telkom Group.
SGM IS Center, Halim Sulasmono menyampaikan bahwa implementasi IT di Telkom harus berbasis pada People, Process, Tool and Information (PPTI). Dan implementasi SAP adalah salah satu sistem yang telah menerapkan PPTI.
Sejumlah manfaat yang dirasakan oleh Telkom setelah mengimplementasikan SAP, adalah diantaranya: peningkatan efisiensi pada operasional, daya saing dan fleksibilitas perusahaan.
