Supercomputer Terkencang di Singapura Gunakan AMD EPYC 7003 Series

Seiring dengan peluncuran prosesor AMD EPYC 7003 Series, para partner dan OEM di seluruh dunia telah mengadopsi teknologi terbaru AMD tersebut untuk server. Salah satunya adalah prosesor AMD EPYC 7003 Series yang bakal digunakan pada supercomputer paling kencang di Singapura. Prosesor server EPYC 7003 Series sendiri digadang sebagai prosesor server paling kencang di dunia.

Sistem komputer yang digunakan adalah HPE Cray EX supercomputer yang menggunakan perpaduan prosesor EPYC 7763 dan prosesor EPYC 75F3. Supercomputer ini bakal digunakan oleh National Supercomputing Centre (NSCC) Singapura yang merupakan pusat sumber daya nasional high-performance computing (HPC) yang didedikasikan untuk mendukung kebutuhan komputasi sains dan teknik.

“Prosesor AMD EPYC adalah pilihan utama untuk penelitian HPC yang berdampak pada dunia, dan itulah mengapa Prosesor AMD EPYC dipilih untuk mendukung supercomputer paling bertenaga di Singapura,” jelas Ram Peddibhotla, Corporate Vice President, AMD EPYC Product Management. “Kami sangat senang bekerja dengan HPE dan National Supercomputing Centre Singapore untuk membantu membuka penemuan ilmiah di bidang kedokteran, penyakit, iklim, Teknik, dan lainnya.”

Kehadiran AMD EPYC Generasi Ketiga memang tersebut ditujukan untuk membantu HPC (High-performance computing), cloud, dan pelanggan enterprise melakukan lebih banyak, lebih cepat, dengan memberikan performa terbaik dari semua CPU server dengan instruksi 19% lebih banyak per clock. 

AMD EPYC 7003 series menggunakan arsitektur Zen 3 dan memperkenalkan level baru memori cache per-core dengan tetap melanjutkan dukungan konektivitas PCIe 4 dan memori bandwidth terdepan di kelasnya. Disertakan pula fitur keamanan modern melalui AMD Infinity Guard dan fitur baru yang disebut Secure Encrypted Virtualization-Secure Nested Paging (SEV-SNP).

SEV-SNP memperluas fitur SEV yang ada pada prosesor EPYC, menambahkan kemampuan perlindungan integritas memori yang kuat untuk membantu mencegah serangan berbahaya berbasis hypervisor dengan menciptakan lingkungan eksekusi yang terisolasi.
   
Gabungan seluruh fitur dan kapabilitas ini membantu mendorong waktu yang lebih cepat menuju hasil dan meningkatkan hasil bisnis bagi pelanggan HPC, cloud, dan perusahaan.  

Supercomputer ini direncanakan untuk beroperasi penuh pada tahun 2022 dan diharapkan memiliki performa puncak 10 petaFLOPS, 8x lebih cepat dari kumpulan sumber daya HPC NSCC yang ada. Para peneliti akan menggunakan sistem tersebut untuk memajukan penelitian ilmiah di bidang biomedis, genomic, penyakit, iklim, dan banyak lagi.

Sumber: Info Komputer