SAP Youth in Asia Infographic

Apakah Anda tahu apa yang dikhawatirkan pemuda di Asia saat ini? Lebih dari 60% pemuda dunia tinggal di wilayah Asia Tenggara. Bagaimana mereka bertahan dalam kondisi tersebut? Untuk merayakan hari Pemuda Internasional pada 12 Agustus, SAP telah menganalisis media sosial dan data open source yang telah dikumpulkan melalui Infographic dan menyediakan sebuah snapshot bagaimana para pemuda di Asia untuk berbagai komposisi dalam hal pekerjaan, pendidikan, partisipasi sipil dan kesehatan mental. Beberapa diantaranya adalah :

  • Infographic yang telah disusun oleh SAP di wilayah Asia Pasifik, seperti  Vietnam, Filipina, India, dan Singapura memiliki persentase populasi pemuda tertinggi yang berusia 15-24 tahun. Sementara itu, negara Jepang dan Korea memiliki persentase populasi pemuda yang lebih rendah.[1]
  • Informasi lainnya yang ditampilkan dalam infographic, SAP menunjukkan bahwa Isu yang paling banyak menjadi pokok pembicaraan pemuda Asia di media sosial adalah isu dengan topik pekerjaan dengan jumlah 50,275 data, disusul oleh isu pendidikan dengan jumlah 37,825 data, kesehatan dengan jumlah 24,075 data, dan partisipasi civil dengan jumlah 13,425 data.[2]
  • Thailand memiliki tingkat tenaga kerja tertinggi di masa muda, selain itu kelompok usia muda ini juga paling aktif dalam pemungutan suara dengan nilai persentase 82 persen.
  • Sementara hampir semua orang di Korea Selatan terdaftar di pendidikan tinggi yaitu sebesar 98 persen. Namun, negara-negara seperti Vietnam dan India masih menghadapi tantangan pendidikan karena memiliki nilai persentase yang rendah.
  • Bahkan di negara-negara paling bahagia di APAC, dampak gangguan mental kelompok pemuda juga menjadi isu yang ditampilkan. Depresi merupakan salah satu penyebab penyakit dikalangan remaja. Bahkan 1 diantara 4 orang yang berusia antara 12 – 24 tahun diprediksikan akan menderita gangguan mental dalam satu tahun.

Indonesia merupakan negara keempat yang memiliki populasi terbesar di dunia, setelah China, India dan Amerika Serikat. Terkait dengan problematika ketenagakerjaan, Dalam rilis laporan Bank Dunia mengungkapkan, Indonesia dan berbagai negara lain di kawasan Asia Pasifik masih kekurangan tenaga kerja yang memadai. Tak hanya itu, dalam laporannya mengenai ketenagakerjaan bertajuk ‘East Asia Pacific at Work: Employment, Enterprise, and Wellbeing’, Bank Dunia melaporkan masih banyak pemuda di kawasan tersebut yang masih berstatus sebagai pengangguran.

Melihat tantangan yang telah dipaparkan sebelumnya, SAP membuka kesempatan untuk membuka program aliansi universitas membuka dunia SAP untuk lebih dari 1.500 universitas di seluruh dunia termasuk 339 universitas di wilayah Asia Pasifik. Program ini dirancang untuk menginspirasi menghubungkan siswa di seluruh dunia yang tertarik dalam solusi SAP, karir, dan kesempatan penelitian. untuk lebih lengkap mengenai  program aliansi universitas terbuka dapat dilihat di :

http://www.sap.com/corporate-en/about/resources/university-alliances.html

[1] Source : CIA World Factbook

[2] Source : SAP Sosial Media Analytics from July 29 2013 to July 29 2014