SAP Dorong Penggunaan Teknologi Cerdas Untuk Edukasi Berkelanjutan

Revolusi industri keempat (4.0) atau Industry 4.0 telah tiba. Dunia telah menyaksikan tiga revolusi industri, dan setiap revolusi didorong oleh kemajuan teknologi yang berbeda-beda.

Menurut Klaus Schwab,  Founder & Executive Chairman World Economic Forum, revolusi industri pertama menggunakan tenaga air dan uap untuk memekanisasi produksi. Revolusi kedua memanfaatkan tenaga listrik guna menciptakan produksi masal. Revolusi ketiga menggunakan benda elektronik dan teknologi informasi untuk mengotomasi produksi.

Kini, revolusi industri keempat sedang dibangun di atas fondasi revolusi digital yang telah berlangsung sejak pertengahan abad terakhir. Revolusi tersebut ditandai dengan gabungan antara teknologi yang mengaburkan batas antara bidang biologis, fisik, dan digital.

Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia menuturkan, bahwa tidak ada satu revolusi pun yang terjadi semasif ini, dimana teknologi cerdas seperti Artificial Intelligence (AI) machine learning, telah membuat berbagai inovasi yang dapat mengubah cara hidup, bekerja, dan berinteraksi. Berbagai teknologi cerdas ini akan membantu dalam proses otomasi untuk berlari lebih baik, serta memungkinkan pengurangan waktu dan sumber daya.

Revolusi ini kemudian membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada semua negara, termasuk negara berkembang seperti Indonesia. Banyak perusahaan yang kemudian memperoleh keuntungan dari transformasi digital yang terus berkembang, sedangkan mereka yang tertinggal di belakang akan terdisrupsi oleh pihak yang memperlengkapi diri dengan baik untuk menghadapi peningkatan permintaan kepuasan pelanggan dan produktivitas.

Untuk menghadapi tantangan industri di depan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengembangkan inisiatif “Making Indonesia 4.0” untuk mengimplementasikan strategi dan rancangan 4IR di Indonesia. Rancangan tersebut melibatkan para pemangku kepentingan, mulai dari beragam agensi pemerintahan, asosiasi industri, bisnis, penyedia teknologi, serta lembaga-lembaga penelitian dan pendidikan.

Mandat ini juga mendorong semua sektor, seperti sektor agrikultur, usaha kecil dan menengah (UMKM), dan bisnis startup untuk bertumbuh di era disrupsi ini. “Sekarang kita tahu teknologi cerdas dapat mendorong transformasi digital, revolusi terbaru akan mengarah pada tuntutan yang lebih besar. Memahami tuntutan dan mengetahui teknologi cerdas untuk diterapkan adalah hal yang diperlukan dari orang yang memiliki keterampilan inti,” ujar Andreas.

Berbagai kementerian telah memahami kebutuhan tersebut dan telah berjanji akan membangun empat politeknik pada tahun 2019, sekaligus pengusulkan reformasi edukasi untuk mendukung tenaga kerja terampil untuk Indonesia kontemporer. Setiap sektor melihat bahwa pendidikan adalah kunci untuk tenaga kerja yang terampil. Seiring teknologi berkembang dengan pesat, edukasi berkelanjutan akan bermanfaat untuk semua orang.

“Baru-baru ini, SAP merayakan 3 juta pendaftaran kursus di openSAP, platformpembelajaran daring dari SAP dan penyedia Massive Open Online Course (MOOCs). Hal tersebut menunjukkan penerimaan lingkungan belajar yang berubah dalam Industri 4.0, di mana siswa sepenuhnya terbuka untuk pelatihan yang fleksibel dan daring,” ujar Andreas.

Sepertiga dari mereka yang mendaftar pada tahun 2018 mengejar topik kursus terkait dengan inovasi terbaru untuk perusahaan cerdas dari SAP, termasuk SAP S/4HANA Cloud, SAP Cloud Platform, SAP C/4HANA suite, SAP HANA Data Management Suite dan Teknologi SAP Leonardo.

Andreas menjelaskan, permintaan akan MOOCs terus tumbuh, universitas masih menjadi pusat utama untuk belajar dan hal tersebut tetap penting bagi SAP. Dengan SAP University Alliances, program global yang mendukung lebih dari 3.500 institusi pendidikan di lebih dari 113 negara untuk mengintegrasikan teknologi SAP terbaru ke dalam pengajaran.

SAP telah menjangkau 19 universitas di Indonesia untuk mempelajari sumber daya tentang SAP Leonardo dan solusi SAP lainnya. Anggota Aliansi Universitas meningkatkan bagaimana fakultas mempersiapkan generasi berikutnya dengan pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan digital.

Hasrat untuk memicu perubahan-perubahan dalam pendidikan ini berasal dari tujuan utama SAP. “Inilah sebabnya mengapa SAP telah mengambil langkah besar untuk berinvestasi dalam pengembangan keterampilan digital dan pendidikan anak muda Indonesia serta berinvestasi dalam platform yang fleksibel yang dapat diakses oleh mereka yang ingin melanjutkan pendidikan lebih lanjut,” papar Andreas.

“Kita beruntung berada di zaman di mana kita akan melihat perpaduan teknologi menciptakan peluang dan membuka jalan bagi kita untuk mengatasi tantangan menjadi terganggu. Sementara teknologi cerdas dapat memperkuat transformasi digital, pendidikan khusus yang tertanam pada orang-orang akan menghasilkan tenaga kerja yang terampil untuk terus mendorong transformasi,” imbuh Andreas.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id