Review: Infinix Zero 2 X509, Sudah 4G dengan RAM 3 GB Featured

Besar di Afrika, Infinix merupakan merek ponsel alternatif yang menjanjikan. Selain menawarkan fitur-fitur mumpuni dengan harga terjangkau, rupanya sejumlah produk mengalami kustomisasi saat memasuki pasar global, termasuk Indonesia. Salah satu produk mereka yang menarik adalah Infinix Zero 2. Dijual dengan harga 2,5 jutaan, produk ini membawa layar yang aduhai dan RAM yang terbilang advance di kelasnya.

Infinix-Zero-2_images_data_2015_oktober_thumb_other400_0

Harga : Rp 2.499.000,-
Pilihan Warna : Merah dan Hitam
Paket Penjualan : Ponsel, kabel data, pin ejector, earset handsfree, tiga pilihan colokan listrik, buku manual.

Beberapa hal yang mencolok di produk ini antara lain desain berbalut kevlar di bagian belakang dan layar AMOLED berlapis Gorilla Glass 3 di bagian depan. Secara harfiah bisa diartikan bahwa produk ini cukup kuat untuk menghadapi perlakuan kasar dan medan yang berat.

Permukaan back cover berbahan kevlar ini terasa halus, dan ringan. Namun jangan terkecoh dengan efek tersebut. Lapisan ini terbukti tahan gores bahkan ketika dicoba disayat dan ditusuk dengan pisau sekalipun, tidak menimbulkan jejak yang berarti.

Meski tidak mengantungi sejumlah sertifikasi legal akan daya tahannya ini, perlindungan dobel di bagian depan dan belakang ini akan memberikan kenyamanan saat menggunakan ponsel di segala kondisi.

Ponsel ini nyaman saat digenggam dan digunakan. Lapisan kevlar tidak membuatnya menjadi berat dan gendut. Ponsel tetap tipis layaknya ponsel Android kebanyakan.

Hal mencolok berikutnya berikutnya adalah layar AMOLED yang dibawa. Seperti halnya produk lain yang menggunakan layar AMOLED, semisal produk-produk dari Korea, Infinix Zero 2 menampilkan saturasi warna yang menawan, tajam dengan kontras yang baik.

Dengan kecerahan layar default atau baru saja diaktifkan, kita bisa memuji layar ini dengan mudah. Kebetulan Infonix juga menampilan wallpaper default berbentuk goresan warna-warni yang mencolok, sehingga kemampuan layar dapat terasa sejak dari awal penggunaan.

Seperti yang sudah disinggung pada tes produk lain, mengenai layar AMOLED yang memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri, sekali lagi untuk ponsel hal ini tidak menjadi isu yang teramat penting. Karena bagaimanapun layar ponsel tidak aktif setiap saat, jadi mengenai keraguan akan kebutuhan daya dan durabilitas sensor yang rentan dead pixel jadi bisa sangat dikurangi.

Kabar baiknya, Infinix Zero 2 yang beredar di Indonesia sudah mengalami banyak modifikasi jika dibandingkan produk yang sama yang dijual di Afrika.

Pertama adalah versi OS yang dibawa. Jika di Afrika Infinix Zero 2 masih menggunakan Android OS 4.4 alias KitKat, maka versi Indonesia yang PULSA review kali ini sudah diupgrade menjadi 5.0 Lollipop. Sejumlah fitur bawaan Android Lollipop bisa Anda nikmati di produk ini tanpa harus menunggu lama.

Kedua terletak pada jumlah memory virtual. Infinix Zero 2 yang dilepas di pasar Indonesia sudah dilengkapi dengan RAM 3 GB, sementara yang versi Afrika masih 2 GB.

Dengan manajemen memori yang baik, penambahan 1 GB pada RAM ini menambah mulus kinerja ponsel secara umum. Terutama saat digunakan untuk bekerja lebih berat di sisi multitasking dan grafis.

Ketiga adalah perubahan pada chipset yang digunakan. Meski tidak jauh berbeda dari chipset lama, MTK 6592, Infinix Zero 2 versi Indonesia ini dilepas dengan menggunakan MTK 6753 yang diklaim membawa sejumlah peningkatan. Diantaranya adalah komputasi 64 bit dan dukungan LTE yang akan masuk dalam pembahasan berikutnya.

Berikutnya adalah teknologi jaringan. Ini dia nih yang sering membuat kesalahpahaman di antara para reviewer, terutama mereka yang berkesempatan mencuri start dengan memegang produk BM. Karena produk yang masuk ke Indonesia rupanya telah dipersenjatai chipset jaringan 4G. Dengan demikian maka Infinix Zero 2 versi Indonesia sudah bisa digunakan berselancar di jaringan 4G, meskipun tipe jaringan ini belum tersebar luas di seluruh Indonesia.

Sementara untuk kamera, tidak banyak yang bisa kita bahas. Tapi juga tidak banyak yang perlu dikeluhkan. Anda bisa lihat hasilnya pada gambar hasil foto. Atau kalau mau jelas, silakan akses www.tabloidpulsa.co.id.

Kelebihan:
• Layar AMOLED dengan saturasi dan kontras yang baik
• Octacore 2 GHZ
• RAM 3 GB
• Lapisan Kevlar di back cover
• Gorilla Glass 3 di layar
• 4G LTE

Kekurangan:
• Baterai terlalu biasa untuk spek layar dan chipset yang dibawa
• Back cover tidak dapat dilepas.