Jakarta, 8 Agustus 2012 – SAP Asia Pasifik Jepang (APJ) hari ini mengumumkan hasil kinerja terbaiknya pada Kuartal 2 tahun 2012. Pada kuartal kedua tahun 2012, pendapatan piranti lunak SAP Non-IFRS menunjukkan pertumbuhan sebesar 25% dari tahun lalu ke tahun ini. .
Sementara di Indonesia, Singgih Wandojo, Managing Director SAP Indonesia, berhasil membawa SAP Indonesia sebagai negara dengan kinerja terbaik dibandingkan dengan negara-negara lain di APJ pada Kuartal 2 ini.
Investasi SAP terhadap inovasi in-house dan akuisisi strategis menghasilkan peningkatan penerimaan pelanggan di Kuartal 2 tahun 2012. Solusi database dan teknologi mewakili 25% dari pendapatan piranti lunak SAP pada kuartal ini dengan HANA Database In-Memory yang berkembang sangat pesat dengan pertumbuhan 103% dari tahun ke tahun. Solusi mobile juga tumbuh secara menakjubkan sebesar 181% selama periode yang sama pada tahun 2011.
Hasil triwulan SAP APJ juga diperkuat oleh kinerja yang seimbang di seluruh industri dengan kinerja terbaik pada Sektor Publik dan Perbankan. Hal yang serupa juga terjadi pada ekosistem dalam APJ yang telah meningkatkan pangsa pendapatannya sebesar 32%, karena SAP telah menarik peningkatan jumlah mitra kerja dan penyedia layanan untuk membawa solusi SAP HANA, Sybase, Analytics, Cloud, dan Mobile pada lebih banyak pelanggan di seluruh wilayah.
“Para pelanggan, mitra kerja, dan pasar kami di seluruh APJ mempercepat penerapan inovasi SAP karena mereka telah memperoleh manfaat dari perubahan arah bisnis aplikasi dan teknologi kami. APJ terus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi global dan SAP bangga menjadi bagian terpenting dari pertumbuhan bisnis pelanggan kami di seluruh wilayah,” ujar Watts.
Pada Kuartal 2 tahun 2012, Pendapatan Piranti Lunak dan Layanan Terkait Non-IFRS SAP APJ tumbuh sebesar 23%, sementara Total Pendapatan Non-IFRS memperlihatkan pertumbuhan sebesar 25%.
