Norton Mendorong Konsumen Indonesia Untuk Tetap Online Dengan Aman Di Hari Aman Berinternet 2013

Tahun ini menandai ulang tahun ke-10 Hari Aman Berinternet yang diadakan untuk mempromosikan penggunaan yang lebih aman dan lebih bertanggung jawab dari teknologi online, terutama dengan meningkatkan aksesibilitas dari internet pada perangkat bergerak, seperti tablet dan smartphone, terutama di kalangan generasi muda di seluruh dunia.

Janice Richardson, koordinator Insafe mengatakan: “Selama bertahun-tahun, Hari Aman Berinternet telah menjadi peristiwa penting dalam kalender keamanan online, dan tindakan yang telah diambil di seluruh dunia. Dengan tema tahun ini mengenai hak online dan tanggung jawab, kami bertujuan untuk melibatkan semua stakeholders – anak dan orang muda, orang tua, pengasuh dan pendidik, industri dan sektor ketiga – untuk meningkatkan kesadaran bahwa kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membuat internet menjadi tempat yang lebih aman dan lebih baik bagi semua.”

‘Connect with Respect’ diciptakan untuk membantu menginformasikan, mengedukasi, dan memberi saran kepada pengguna mengenai cara meningkatkan keamanan pribadi mereka saat berselancar di dunia maya, mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri sementara juga menghormati hak-hak orang lain. Salah satu masalah utama keamanan online adalah cyberbullying yang semakin menjadi perhatian serius dan dapat terjadi lewat online maupun di ponsel. Sangat penting bagi orang dewasa untuk mendidik anak-anak mereka dalam tata karma online untuk memastikan mereka menghindari berbicara dengan orang asing atau menerima pertemanan dari orang yang mereka tidak kenal, serta untuk membatasi waktu mereka online yang diperbolehkan atau dengan membatasi aplikasi yang mereka download pada ponsel untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi. Effendy Ibrahim, Norton Internet Safety Advocate and Director, Asia, Norton by Symantec, berikut memberikan 10 tips untuk orang tua dan pengasuh untuk memastikan orang-orang muda tetap dilindungi secara online:

  1. Jangan memberikan informasi pribadi Anda – Jangan menampilkan rincian data pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon atau alamat online orang tua sehingga para penjahat dunia maya dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuat profil palsu dari rincian tersebut.
  2. Apa yang tetap online, biarkanlah online – Gunakan privacy settings untuk memastikan hanya teman dan keluarga Anda yang dapat melihat foto yang ditampilkan. Hindari menampilkan rencana liburan supaya orang tidak dikenal melacak gerakan Anda.
  3. Periksa keamanan dan pengaturan pribadi Anda – Pastikan privacy settings pada jejaring sosial Anda terjamin sehingga hanya teman-teman Anda yang dapat melihat informasi pribadi Anda dan gunakan privacy settings Anda untuk membatasi siapa yang dapat melihat tampilan video dan foto dari Anda.
  4. Keamanan password – Berbagi password dengan orang tua Anda adalah ide yang masuk akal tapi, hindari berbagi password dengan teman-teman Anda, bahkan jika mereka berjanji tidak memberitahu siapa pun! Juga saat Anda membuat password, pastikan itu bukan sesuatu yang mudah ditebak seperti nama hewan peliharaan Anda. Gunakan kombinasi huruf, angka, karakter besar dan kecil.
  5. Selalu lindungi perangkat bergerak Anda – Pastikan ponsel Anda dilindungi oleh pin sehingga semua informasi pribadi Anda yang tersimpan di dalamnya aman. Download aplikasi keamanan yang memungkinkan Anda untuk menghapus semua data pribadi dari jauh, atau saat ponsel Anda hilang atau dicuri.
  6. Jangan berbicara kepada orang asing baik secara online maupun offline – Jangan bertemu dengan orang asing dan beritahu orang tua Anda jika ada orang asing telah berusaha untuk mendapatkan kontak dengan Anda secara online. Tidak mungkin orang yang Anda ajak berbicara secara online berbagi informasi pribadi Anda di situs media sosial dengan teman-teman, keluarga dan orang yang Anda sudah tahu di dunia nyata.
  7. Dengarkan orang dewasa yang mengetahui – Orang dewasa akan selalu khawatir tentang Anda. Bantu mengatur pikiran mereka saat istirahat dan hindari berbicara online dengan orang asing atau menggunakan internet begitu lama sehingga Anda mengabaikan aktivitas dunia nyata Anda dan teman-teman di dunia nyata.
  8. Berhati-hatilah terhadap situs yang tidak terjamin atau tidak diketahui – Ketika belanja online, gunakan penjual yang sudah dikenal. Pastikan setiap transaksi yang Anda lakukan hanya berlangsung di halaman situs yang aman dan Anda dapat mengidentifikasinya dari lambing gembok di halaman alamat browser Anda dan alamat tersebut menggunakan https.
  9. Berhati-hatilah dengan link yang Anda klik – Hindari membuka link di pesan, email, atau pesan instant pada jejaring sosial Anda kecuali Anda yakin pesan tersebut berasal dari orang yang dikenal. Para penjahat dunia maya telah dikenal melakukan hack ke akun email teman dan jejaring sosial untuk mengirim email atau pesan pasca mengakui mereka berada dalam kesulitan dan meminta Anda untuk mentransfer uang kepada mereka. Jangan percaya meskipun terdengar mencurigakan atau saat menawarkan sesuatu yang tidak realistis.
  10. Pastikan software keamanan Anda up-to-date – Keamanan software sekarang tersedia untuk semua jenis perangkat: ponsel, tablet, dan PC. Pastikan Anda memiliki perangkat lunak keamanan terbaru pada perangkat Anda untuk tetap dilindungi setiap saat.

“Hari Aman Berinternet merupakan pengingat tahunan bagaimana hati kita perlu digunakan ketika kita sedang online,” kata Effendy. “Norton mendorong individu untuk mengelola kemerdekaan online tumbuh pada anak-anak mereka dengan mendidiknya melalui tentang bahaya yang serius yang banyak terjadi di internet dan untuk memastikan mereka mengetahui bahwa situs yang mereka jelajahi terlindung dari ancaman dunia maya saat ini.”

Pastikan ketika Anda terhubung ke internet, Anda melakukannya dengan cara yang aman dan dengan tata karma yang aman dalam penyimpanan informasi pribadi Anda pada perangkat yang terlindungi.