VGA AMD yang baru saja resmi rilis kemarin, AMD Radeon R9 Fury X, memiliki sebuah hal yang membuatnya spesial, yakni menggunakan watercooling. Biasanya solusi pendingin watercooling compact atau dikenal dengan Watercooling AIO(All-in-one) dilakukan para pengguna PC untuk mendinginkan prosesor mereka, dan pendingin tersebut dibeli secara terpisah. Namun AMD Radeon R9 Fury X sudah menggunakan watercooling sebagai pendingin defaultnya. Pada artikel ini, kami dari JagatOC mencoba untuk mengulas sedikit lebih dalam mengenai pendingin yang digunakan AMD pada Radeon R9 Fury X.
Watercooling: Pendingin Optimal Tanpa Bising
Berikut ini tampilan watercooling AMD Radeon R9 Fury, Anda mungkin sudah cukup familiar dengan bentuknya. AMD Mengatakan bahwa solusi cooling mereka memiliki thermal capacity 500W. Mengingat TDP AMD Radeon R9 Fury X ada di 275W, solusi pendingin yang diberikan tentu bisa menghadapi TDP Fury X dengan mudah.
Salah satu komponen yang penting dalam melepas panas pada sebuah sistem watercooling adalah penggunaan fan yang mumpuni. AMD Memilih sebuah fan 120mm buatan Nidec Servo. Berdasarkan informasi yang kami terima, fan ini mirip sekali dengan fan Scythe GentleThypoon 120mm, dengan rating 12V 0.22A, up to 3000 RPM. Kipas ini cukup terkenal dengan performa tinggi namun tetap sunyi, dan terkenal juga memiliki static pressure tinggi untuk membuang panas dari radiator dengan lebih efektif.
Bagian Internal – Semua Komponen didinginkan dengan watercooling
Selain sebuah waterblock yang digunakan untuk mentransfer panas dari GPU(dan modul HBM) ke radiator, semua komponen lain seperti MOSFET VRM didinginkan dengan sebuah metal plate, memastikan komponen selain GPU juga terjaga suhunya saat beroperasi.
Berikut ini spesifikasi Testbed yang kami gunakan pada saat pengujian suhu berlangsung:
◦Prosesor: Intel Core i7-5960X Extreme Edition @ 3.5 Ghz
◦Motherboard: Gigabyte X99 SOC Force
◦RAM: 4x4GB Kingston HyperX Fury DDR4-2666 CL15
◦VGA: AMD Radeon R9 Fury X 4GB HBM
◦SSD: Kingston HyperX 3K 240 GB SSD
◦Case: Corsair Carbide 500R
◦CPU Cooler: Corsair H100
◦OS: Windows 8.1 64-bit SP1
Suhu ruangan dijaga pada 27 C.
Kami sudah pernah melakukan pengujian suhu pada AMD Radeon R9 Fury X di pengujian overclocking kami yang terdahulu, namun kali ini kami ingin melihat lebih dekat bagaimana watercooling dari R9 Fury X beraksi.
Kami bermain game Watch_Dogs (Detail Ultra, Resolusi 4K) selama kurang lebih 15 menit untuk mengukur suhu dari GPU AMD Radeon R9 Fury X dengan berbagai kecepatan fan yang berbeda, diset dengan utility MSI Afterburner: AUTO, 25% (1374 RPM), 50% (2080 RPM), dan full speed 100% (2947 RPM).
Seperti yang terlihat pada pengujian OC kami yang terdahulu, Watercooling Radeon R9 Fury X menjaga suhu GPU-nya di angka 60 C, pada kecepatan fan yang sangat rendah, yakni 1167RPM(sekitar 19-20%). Namun meningkatkan kecepatan fan memiliki efek yang langsung menurunkan suhu AMD Radeon R9 Fury dengan cukup efektif. Kecepatan fan 25% memiliki noise yang cukup rendah, dan kami bisa memperkirakan bahwa kebanyakan fan lain di dalam casing anda bisa jadi memiliki tingkat kebisingan yang lebih tinggi dari fan Nidec pada watercooling R9 Fury X tersebut.
Sedangkan pada kecepatan penuh(3000 RPM), watercooling ini bisa menjaga R9 Fury X pada temperatur 44 C. Mengingat R9 Fury X memiliki TDP 275W, pencapaian suhu GPU di bawah 50C sudah sedikitnya memperlihatkan bahwa kemampuan watercooling yang digunakan pada GPU R9 Fury X tidak bisa dipandang sebelah mata.
Selain menggunakan utility 3rd party seperti MSI Afterburner, AMD juga memberikan opsi Anda untuk men-setting suhu target pada angka tertentu, dan driver akan menyesuaikan clock GPU dan RPM fan untuk mencapai temperatur target tersebut.
Test: Set Target Temperature @ 50 C
Kami mencoba untuk men-set target temperatur pada 50 C, untuk melihat apa efeknya pada game:
Dengan target suhu 50 C, AMD Control Panel menyesuaikan RPM menjadi sekitar 1400-an, dan sedikit menurunkan clock GPU(dan pastinya voltase GPU) ke 900-an MHz untuk mencapai target temperatur yang diinginkan.
Kesimpulan
Dengan watercooling yang diberikan, AMD berhasil menjaga suhu Radeon R9 Fury X ke tingkat yang relatif rendah sembari masih menjaga tingkat kebisingan. Penggunaan radiator yang agak tebal dan fan berkualitas tinggi terbukti mampu memberikan pendinginan yang mumpuni bagi GPU Terbaru AMD tersebut. Kami sedikit berharap dulu AMD menggunakan solusi cooling seperti ini pada R9 290X-nya yang terkenal panas.
Cukup menarik untuk melihat bahwa AMD cukup peduli dengan PC enthusiast yang seringkali menginginkan solusi pendingin optimal bagi periferal mereka, dengan menyertakan watercooling seperti ini pada card single-GPUnya (dulu AMD menggunakan watercooling untuk mendinginkan dual-GPU card seperti R9 295X2). Berbekal suhu rendah, kemungkinan besar hal ini bisa memberikan durability yang lebih baik bagi VGA Fury X, dan juga menyediakan ekstra thermal headroom bagi overclocker yang nantinya ingin melakukan overclocking dengan voltase yang ditingkatkan.***


