Laptop Menjadi yang Paling Dibutuhkan oleh Mahasiswa, Menurut Survei AMD Back-to-School

SUNNYVALE, Calif. July 11, 2014 Memasuki musim back-to-school (kembali ke sekolah), AMD (NYSE: AMD) mengumumkan hasil Back-to-School Technology Usage Survey[1] dari mahasiswa mengenai perilaku mereka dalam memilih dan membeli perangkat teknologi. Hasil survei mengungkap bahwa lebih dari separuh mahasiswa saat ini setidaknya membawa dua perangkat, laptop menjadi perangkat yang paling sering digunakan di hampir setiap kegiatan belajar. Dan, berdasarkan penelitian, prosesor AMD mampu hadirkan berbagai kebutuhan terpenting dari kebanyakan mahasiswa.

Survei yang dilakukan oleh Harris Poll untuk AMD pada bulan Mei kepada para mahasiswa di Amerika dengan usia 18 hingga 26 tahun, mengungkap laptop sebagai perangkat yang mereka gunakan dengan presentasi 85% mahasiswa memilikinya, melampaui pemilik smartphone dan dua kali lebih banyak dari pemilik tablet. Ketika diminta untuk mengurutkan berbagai perangkat mulai dari yang terpenting, 41 persen mahasiswa yang mengikuti survei merasa bahwa laptop mereka menjadi yang paling penting, diikuti mobil, tablet, sepeda, dan televisi. Kenyataannya, hanya satu persen yang mempriotaskan televisi, 73% dari mereka dilaporkan menggunakan perangkat lain lebih sering dibanding TV, termasuk laptop, untuk menonton acara televisi dan video.

Lebih dari setengah mahasiswa yang mengikuti survei berencana untuk membeli perangkat baru sebelum kembali berkuliah di musim gugur dan sepertiga menempatkan laptop sebagai perangkat nomor satu yang akan dibeli, mengalahkan tablet dan perangkat 2-in-1 sebagai perangkat komputasi yang dipilih. Pertimbangan utama dalam memilih laptop yaitu performa yang cepat (40 persen), harga (26 persen), dan ketahanan baterai (25 persen) dimana para mahasiswa juga menempatkan mobilitas, keamanan, fitur hiburan, dan kemampuan gaming sebagai hal penting yang dipertimbangkan dalam memilih perangkat baru.

“Mahasiswa mengharapkan lebih dari komputer yang mereka gunakan – mereka mengharapkan perangkat mereka bisa digunakan untuk streaming acara TV favorit ketika mereka sedang menghitung angka di kelas matematika,” kata Gabe Gravning, director of product marketing, Client Business Unit, AMD. “Prosesor menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman ini dan AMD APU menjadi solusi serba guna yang menawarkan kombinasi ideal antara performa produktivitas dan hiburan untuk menjalankan semua kebutuhan dan keinginan mahasiswa saat ini – termasuk daya tahan baterai yang lama, grafis AMD Radeon™, dan pengalaman streaming video yang tajam dan lancar.”

Mengingat bahwa responden survei paling tua yakni lahir di akhir tahun 1980, mereka rata-rata tidak ingat berapa lama waktu yang dihabiskan tanpa komputer atau Internet dan kebiasaan mereka dalam menggunakan perangkat berteknologi menjadi bagian penting dalam hidup mereka. Kenyataannya, 81 persen mahasiswa tidak bisa membayangkan pergi kuliah tanpa menggunakan perangkat berteknologi dan 70 persen tidak bisa membayangkan hidup tanpa teknologi. Hasil lain turut memperkuat pentingnya perangkat teknologi bagi para mahasiswa, yaitu:

  • 67 persen mengatakan salah satu ketakutan terbesar mereka adalah ketika perangkat mereka rusak;
  • 25 persen akan memilih komputer daripada salah satu anggota keluarga atau bahkan bir jika mereka terdampar di padang pasir;
  • 27 persen menyatakan akan membeli komputer baru jika memenangkan hadiah $1000.

Dalam rangka menghadirkan pengalaman untuk membantu mahasiswa mendapatkan yang terbaik baik di dalam maupun di luar kelas, prosesor AMD tersedia untuk laptop, desktop, perangkat 2-in-1 dan PC convertible dengan beragam varian dan harga. Kunjungi shop.amd.com untuk informasi lebih lanjut.

 

Sumber Pendukung :



[1] Metodologi Survey: Survey ini diadakan secara online di wilayah Amerika Serikat antara 20 dan 28 Mei 2014 dengan audience 511 mahasiswa dengan rentang uia 18 hingga 26 tahun yang mengikuti program kuliah 2 atau 4 tahun, mungkin tidak semua kuliah di Amerika Serikat, di musim gugur yang diadakan oleh Harris Poll atas nama Edelman untuk AMD. Angka untuk usia, jenis kelamin, ras / etnis, pendidikan, wilayah dan pendapatan rumah tangga ditimbang berdasarkan mana yang diperlukan untuk mendapatkan proporsi yang sebenarnya sesuai populasi. Kecenderungan bobot skor digunakan untuk menyesuaikan kecenderungan responden untuk online.
Semua sampel survei dan jajak pendapat tunduk pada beberapa sumber kesalahan yang paling sering atau tidak mungkin diukur atau diperkirakan, termasuk kesalahan sampling, kesalahan cakupan, kesalahan yang terkait dengan mereka yang tidak menjawab, kesalahan yang terkait dengan pertanyaan kata-kata dan pilihan jawaban, serta bobot pasca-survei. Oleh karena itu, Harris Poll menghindari kata-kata “margin of error” karena dinilai menyesatkan. Semua yang bisa dihitung adalah sampel dengan kemungkinan kesalahan yang berbeda dengan probabilitas yang berbeda. Ini semua hanyalah teoritis karena tidak ada survei yang mendekati ideal atau sempurna. Responden dalam survei ini dipilih di antara mereka yang menyetujui untuk mengikuti survei Harris Poll ini. Data digunakan untuk merefleksikan komposisi jumlah responden dewasa. Karena sampel yang digunakan berdasar dari mereka yang setuju mengikuti survei Harris panel, Because the sample is based on those who agreed to participate in the Harris panel, tidak ada perkiraan kesalahan sampling yang dapat dihitung.