Setiap usahawan menginginkan perusahaannya dapat tumbuh dan berkembang secara terus-menerus. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak sekali perusahaan yang mengalami stagnasi bisnis. Bahkan ada pula perusahaan yang cepat mencapai keatas kemudian terpuruk dan tidak dapat untuk naik kembali.
Apakah ada rumusan tertentu yang dapat membuat perusahaan selalu bertumbuh? Jika melihat beragam perusahaan di Amerika, banyak sekali yang tetap produktif sampai ratusan tahun dan masih mengalami perkembangan hingga saat ini. Saya sangat terinspirasi dengan perusahaan-perusahaan yang selalu berkembang walaupun umurnya sudah ratusan tahun, apa sebenarnya rahasia dibalik pertumbuhan itu?
Setiap perusahaan akan mengalami siklus yang disebut dengan kurva S, seperti pada gambar 1 dibawah ini :
Didalam kurva S tersebut di bagi menjadi 4 fase :
Emergence : Perusahaan start-up memulai bisnis baru, perkembangan bisnisnya lambat
Rapid Improvement : Pertumbuhan bisnis perusahaan berjalan pesat, biasanya pesaing mulai masuk kedalam fase ini. Jika perusahaan tidak melakukan perbaikan secara bertahap maka pasarnya akan diambil oleh pesaing.
Declining improvement : Proses perbaikan akan menurun dan pertumbuhan bisnis perusahaan tidak lama lagi juga akan menurun
Maturity : Proses perbaikan akan menjadi lebih sulit dan perusahaan akan mengalami stagnasi
Setiap perusahaan memiliki tahapan periode yang berbeda dari keempat fase tersebut.
Misalnya, jika perusahaan masuk kedalam fase Rapid Improvement membutuhkan waktu yang sangat lama, namun perusahaan lainnya membutuhkan waktu yang cepat sekali.
Terjadinya kurva S ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti terlihat pada gambar 2
– Pasar menjadi jenuh
Pada saat pertama kali suatu produk di perkenalkan dipasar, perusahaan akan menjual jasa atau produknya ke pelanggan yang paling mudah untuk membeli. Lambat laun pelanggan yang mudah ini hampir mempunyai semua produk dan memiliki rasa kejenuhan, sehingga harus mencari pelanggan lain yang mungkin lebih sulit mendapatkannya.
– Kompetisi mulai masuk
Pada saat perusahaan mencapai fase Rapid Improvement, banyak kompetitor yang melihat bisnis tersebut sehingga banyak kompetitor masuk kedalam pasar yang sama, membuat pasar semakin cepat jenuh. Contoh : 7 eleven.
– Penurunan Harga
Biasanya terjadi pada penjualan produk teknologi. Dengan dikeluarkannya teknologi baru, maka produk dengan teknologi lama harganya turun drastis. Contoh: Penjualan gadget dan televisi.
– Akuisisi pelanggan baru semakin sulit dan biaya yang lebih tinggi
Untuk mendapatkan pelanggan baru diperlukan biaya marketing yang lebih tinggi pada saat suatu produk sudah mulai memasuki pasar yang hampir turun.
– Pertumbuhan pelanggan baru akan menuntut support yang lebih baik
Dengan bertumbuhnya jumlah pelanggan, maka tuntutan support akan bertambah.
– Pertumbuhan perusahaan yang besar akan menuntut skill yang berbeda dalam mengelola perusahaan
Pada saat perusahaan bertumbuh maka cara pengelolaannya tidak bisa sama dengan pada saat perusahaan tersebut masih kecil.
Jika perusahaan ingin pertumbuhan bisnisnya naik terus, maka sebelum masuk kedalam fase Declining Improvement harus melakukan sebuah terobosan atau inovasi baru. Misalnya, Andal Software sudah mengalami beberapa fase kurva S. Sebelum masuk ke fase Maturity, Andal Software telah mengganti model bisnisnya.
Berikut adalah contoh case study berdasarkan model bisnis Andal Software :
1988 – 1998 : Custom Software Development
Untuk memperbesar revenue diperlukan proyek yang lebih banyak lagi atau nilai yang lebih besar. Dengan mengerjakan proyek yang lebih besar atau memperbanyak proyek diperlukan penambahan tenaga programmer, sehingga pada model bisnis ini kemampuan untuk menerima proyek sangat tergantung dari jumlah programmer.
1992 – 2004 : Mass Market Software
Pada saat masuk ke mass market software, terjadi perubahan yang sangat besar terutama pada pengembangan produk. Pada saat melakukan custom software development yang paling utama adalah penyelesaian proyek tepat waktu.
Sedangkan pada Mass Market Software, pengembangan produk yang mudah digunakan dan jumlah bug yang dapat di toleransi oleh user menjadi ukuran terpenting. Perubahan ini tidak mudah dilakukan maka memerlukan waktu 6 tahun agar custom software development dapat ditutup.
Pendapatan pada Mass Market software ini sangat tergantung dari jumlah penjualan dan jumlah outlet yang tersedia. Jumlah populasi PC pada saat itu masih sedikit sehingga pasar software pun masih kecil. Hal ini menyebabkan pertumbuhan penjualannya semakin lama semakin kecil.
2001 – 2004 : Semi Custom Enterprise Software
Andal Software memiliki rencana untuk masuk ke Enterprise Software Package. Tetapi pada saat itu, Andal Software berpendapat bahwa untuk membuat sebuah software membutuhkan spesifikasi yang ditentukan oleh perusahaan bukan pelanggan. Setelah produk selesai dibuat, Andal harus melakukan penyesuaian produk kebutuhan pelanggan.
Kenaikan penjualan produk tersebut meningkat cukup besar pada tahun 2002 sehingga pekerjaan untuk menyesuaikan software berdasarkan kebutuhan pelanggan menjadi banyak sekali. Oleh karena itu, pekerjaan ini tidak dapat ditangani dengan baik dan pada akhirnya Andal Software mengalami keterpurukan pada tahun 2003.
2004 – sekarang : Enterprise Software Package for Payroll
Akhirnya, Andal Software memutuskan untuk fokus membuat software paket pada tahun 2004. Berbekal dari user requirement dari sejumlah customer dalam kurun waktu 2001 – 2003, maka tercipta software paket khusus untuk payroll yang diberi nama Andal PayMaster.
2015 : Memasuki Software as A Service
Menurut laporan IDC (International Data Corporation)[1], pasar cloud bergerak diangka 22-36% setiap tahunnya. Hal ini berarti masih banyak ruang yang cukup besar bagi pebisnis untuk mulai beralih ke pasar cloud. Melihat peluang tersebut, Andal Software melakukan inovasi baru dengan mengusung produk andalannya yaitu Andal PayMaster untuk segera masuk ke pasar cloud.



