K12 Computer Science Education Fair 2020, Ajang Pendidikan Untuk Memajukan Pembelajaran Coding di Indonesia.

Jakarta, 26 Februari 2020 – Mendesaknya kebutuhan SDM dalam menghadapi Industri Digital 4.0 di Indonesia, menyebabkan pemerintah melakukan perombakan kurikulum pendidikan guna menghadapi perkembangan industri ini. Salah satu bentuk realisasinya adalah dengan mengembangkan kurikulum pendidikan 4.0, termasuk di dalamnya adalah coding.

Dalam rangka memperluas akses pembelajaran coding di Indonesia, Coding Bee Academy, sekolah coding khusus untuk anak berusia 5-17 tahun, bersama dengan BPK Penabur Jakarta menyelenggarakan acara K12 Computer Science Education Fair pada tanggal 6-8 Maret 2020 di lantai dasar Main Atrium Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara.

Adapun tujuan acara ini adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya ketrampilan coding untuk dimiliki oleh anak-anak, terutama bila anak-anak distimulasi dengan coding sejak usia dini. Oleh karena itu, coder, khususnya programmer muda diajak untuk berpartisipasi dalam Code Olympiad, ajang kompetisi coding yang akan menampilkan kemampuan mereka dalam membuat aplikasi dan software dengan tema “Computer Science for Social Good” sebagai bentuk kepedulian anak bangsa terhadap kemajuan ekosistem digital Indonesia.

“Acara ini diadakan untuk memberikan pandangan baru bagi orang tua dan semua pihak yang ingin memajukan pendidikan Indonesia menuju kurikulum pendidikan 4.0. Coding akan menjadi game-changer dalam mendukung industri 4.0 di seluruh dunia. Akan terbuka banyak peluang dan kesempatan baru dalam bisnis maupun dunia kerja. Untuk itu kami berharap bahwa para orang tua dapat menjadikan pendidikan coding sebagai sebuah investasi bagi anak-anak mereka, agar kelak anak-anak mereka  menjadi pencipta teknologi guna mendukung perkembangan ekosistem digital di Indonesia.” kata Eko Haripin, Co-Founder Coding Bee Academy.

Tidak hanya menampilkan hasil karya dari para coder muda, K12 Computer Science Education Fair 2020 juga turut mengundang masyarakat dan para profesional di bidang pendidikan untuk berpartisipasi dalam Smart Talk Show dengan tema “Coding for Future Kids” yang akan berlangsung tanggal  6 Maret 2020 di Skenoo Hall, Emporium Pluit Mall, lantai 9. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Harris Iskandar akan hadir sebagai pembicara untuk menyampaikan perihal pentingnya pembelajaran coding pada usia dini. Begitu juga dengan 2 perwakilan dari Code.org, Leonardo Ortiz Villacorta dan Jake Bell, yang akan memaparkan mengenai pendidikan coding di dunia.

Code.org sendiri merupakan organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memperkenalkan kurikulum computer science kepada anak-anak sejak usia dini. Antono Yumono, Ketua BPK PENABUR Jakarta, dan Elika Dwi Murwani, Deputi Direktur Pelaksana BPK PENABUR Jakarta turut mengambil bagian dalam memberikan pendapatnya sebagai praktisi pendidikan yang menaungi 80 sekolah di Jabodetabek terhadap penerapan pembelajaran coding di sekolah. Dalam acara ini hadir pula Jevier Justin, presenter ternama di Indonesia dan juga seorang ayah yang peduli dengan pendidikan anak-anaknya, akan memberikan tanggapan mengenai ekspektasi orang tua masa kini terkait pembelajaran coding yang mengedepankan computational thinking.

K12 CS Education Fair 2020 juga disponsori oleh BCA, Emporium Pluit Mall, Acer, OCBC NISP , Rumahedukasi, Valentino Gress, Sinarmas Land, Agung Podomoro Land, Teh Pucuk Harum, Kodomo Challenge, dan Niro Granite serta didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia serta Code.org.

                                                                                    ###

Tentang Coding Bee Academy

Coding Bee Academy adalah partner resmi Code.org, organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memperkenalkan kurikulum computer science kepada anak-anak sejak usia dini memulai inisiatifnya dari kota Jakarta. Coding Bee Academy mengaplikasikan K12 CS Frameworks yang merupakan kurikulum computer science di Amerika Serikat, kurikulum ini dirancang untuk memperkenalkan computer science lebih jauh kepada anak-anak bahkan sejak pendidikan dasar mereka. Menawarkan metode pembelajaran dengan konsep fun dan exciting yang langsung diadaptasi dari Amerika Serikat, belajar coding tidak lagi sulit dan membosankan. Ada tiga tingkatan yang ditawarkan dimulai dari basic, intermediate, dan advance disesuaikan dengan perkembangan usia anak. Lebih dari 80 sekolah di Indonesia mempercayakan Coding Bee Academy dalam menerapkan coding sebagai materi pembelajaran dalam bentuk ekstrakurikuler, mata pelajaran, maupun workshop. Beberapa sekolah terkemuka itu diantaranya adalah Al-Azhar, BPK Penabur Jakarta, IPEKA, National High Jakarta School, Raffles Christian School, Singapore Intercultural School, dan lainnya. Di tahun 2020, Coding Bee Academy berhasil mendidik pembelajaran coding kepada lebih dari 2000 murid aktif dan lebih dari 20.000 aplikasi maupun software yang sudah dihasilkan.