Infinix Zero 2 X509, Performa Memuaskan, Kamera Perlu Dibenahi

Perusahaan ponsel asal Hong Kong, Infinix, memulai debut di pasar Indonesia pada bulan Juni lalu. Kurang lebih 3 bulan setelahnya, Infinix kembali meluncurkan Infinix Zero 2 X509. Ia merupakan andalan Infinix, setidaknya saat ini.
TnL9dFzkHL

Desain
Sekilas, tidak ada yang istimewa dari desain Infinix Zero 2. Ia memiliki layar Super AMOLED berukuran 5-inci. Tombol power terletak di sisi kanan mendekati bagian tengah. Hal ini memudahkan Anda untuk meraih tombol power, bahkan saat Anda hanya memegangnya dengan satu tangan. Tombol volume terletak di bagian atas dari tombol power.

Speaker terletak di bagian bawah, yang berarti Anda tidak perlu bingung bagaimana Anda harus meletakkan Zero 2 agar tidak menutupi speaker. Biasanya, port charger akan terletak di sisi sebelah kiri atau di bagian bawah tengah, di antara speaker. Tetapi tidak begitu dengan Zero 2. Port charger terletak di bagian atas sebelah kiri, bersebelahan dengan jack earphone.

Selama saya memakai Zero 2, keberadaan port charger di atas memudahkan saya untuk menggunakannya sambil mengisi baterai. Tetapi, hal ini hanya berlaku jika saya menggunakannya dengan posisi portrait atau berdiri. Saat ia digunakan untuk bermain dan dipegang dengan keadaan landscape, maka keberadaan port tersebut justru terasa agak mengganggu.

Salah satu keunggulan Zero 2 adalah casing yang terbuat dari Kevlar. Bagian belakang Zero 2 memang terlihat cukup unik. Ia memiliki pola layaknya anyaman. Ia juga cukup ringan dengan berat 118 gram.

Sim card untuk Infinix Zero 2 terletak di sebelah kiri, yang dapat Anda buka dengan pembuka sim card, yang ada dalam kotak Zero 2. Smartphone ini menggunakan sim card mikro. Jika Anda memiliki sim card nano, saya sarankan untuk tidak menggunakan adapter. Karena hal ini dapat membuat sim card Anda tersangkut di dalam.

Dan karena Zero 2 memiliki desain unibodi, satu-satunya cara untuk mengambil sim card Anda yang tersangkut adalah dengan membongkar smartphone tersebut. Jika Anda mendatangi toko ponsel biasa, membongkar bodi akan membuat garansi Zero 2 hilang. Untuk memastikan garansi tetap ada adalah dengan mendatangi rekan Infinix.

Software & antarmuka
Infinix Zero 2 menggunakan Android 5.1 Lollipop sebagai sistem operasinya dengan XUI sebagai antarmukanya. XUI masih memiliki laci aplikasi jika Anda ingin mengakses semua aplikasi yang ada.

Untungnya, Infinix tak memenuhi Zero 2 dengan berbagai aplikasi bawaan yang belum tentu Anda pakai. Meskipun demikian, tetap ada beberapa aplikasi bawaan, misalnya Viber, Palmchat, dan Palmplay. Salah satu aplikasi bawaan Infinix adalah X Club. Pada dasarnya, aplikasi ini akan memudahkan Anda untuk terhubung ke komunitas Infinix.

Sejujurnya, aplikasi ini akan cukup membantu karena Infinix adalah perusahaan yang hanya melakukan penjualan melalui e-commerce. Aplikasi bawaan lain yang ada adalah Flash Share, yang berfungsi untuk menghubungkan sesama ponsel pengguna Flash Share dan saling berbagi konten.

Kamera & video
Untuk sebuah ponsel andalan, kamera Infinix Zero 2 tak terlalu istimewa. Zero 2 hanya memiliki sedikit mode mengambil gambar seperti normal, HDR, panorama, Live Photos, Motion Track dan Multi Angle view mode.

Saat Anda mengambil gambar di bawah terik matahari, gambar yang dihasilkan kamera 13MP Zero 2 cukup tajam. Anda juga dapat menggunakan fitur HDR untuk membuat gambar yang dihasilkan menjadi lebih terang. Sayangnya, jika Anda mengambil gambar di dalam ruangan, kualitas gambar yang dihasilkan menjadi jauh turun, gambar jadi dipenuhi dengan noise dan jelek.

Performa & baterai
Meski hanya menggunakan prosesor MediaTek dengan kecepatan 1,3GHz, Infinix Zero 2 telah memiliki RAM 3GB, yang lebih besar jika dibandingkan dengan smartphone buatan pesaingnya. Hal ini memastikan Anda dapat membuka beberapa aplikasi dengan lancar tanpa perlu khawatir akan lag.

Saat saya mencoba untuk memainkan game Asphalt 8: Airborne dengan Zero 2, ia dapat menjalankan game racing tersebut dengan lancar, bahkan saat saya menggunakan pengaturan visual high. Sayangnya, meski diusung sebagai sebuah ponsel andalan, tidak ada fitur khusus pada produk ini. Satu hal yang bisa disebut sebagai kelebihannya adalah harganya yang relatif jauh lebih murah dari pesaingnya.

Seperti biasa, kami menggunakan PCMark dan 3D Mark untuk menguji performanya. Di bawah ini adalah grafik perbandingan Infinix Zero 2 dengan pesaingnya.

Infinix Zero 2 memiliki performa yang mumpuni. Sayangnya, Infinix hanya menjualnya melalui e-commerce, lebih tepatnya, melalui Lazada. Bagi Anda yang telah terbiasa berbelanja online, hal ini mungkin bukanlah sebuah masalah.

Sayang sekali, Infinix kurang serius memperhatikan kualitas kamera Zero 2. Jadi, jika Anda sangat senang menggunakan smartphone untuk berfoto, Zero 2 tak cocok untuk Anda. Tetapi, jika Anda suka bermain game dan tak suka ponsel lelet, ingin smartphone dengan harga yang terjangkau, Anda dapat mempertimbangkan Zero 2.