DyStar Memilih SAP dan T-Systems untuk Mengoptimalkan Infrastruktur TI pada Cloud Privat Terkelola

Jakarta, 13 Februari 2014 – SAP dan T-Systems hari ini mengumumkan bahwa DyStar, penyedia produk dan layanan bagi industri tekstil global terkemuka, mengimplementasikan SAP ERP, SCM dan solusi enterprise data warehouse pada sebuah infrastruktur cloud terkelola yang disediakan oleh T-Systems. Dengan transisi dari in-house hybrid dan lingkungan server yang dikelola vendor menjadi model berlangganan berbasis cloud, DyStar berniat untuk mengoptimalkan sistem multi platformnya yang telah ada dalam sebuah platform yang terstandarisasi, dan memberikan sebuah pengalaman yang berbeda kepada para penggunanya di seluruh dunia.

Bermarkas di Singapura dengan operasi kegiatannya di seluruh dunia, DyStar telah memiliki lebih dari 2.000 pekerja yang berasal lebih dari 50 negara. Saat ini perusahaan tersebut mengoperasikan delapan jenis aplikasi SAP yang berbeda dalam berbagai versi peranti lunak SAP di seluruh cabang perusahaannya di dunia. Dalam proses pemindahan aplikasi-aplikasi tersebut ke sebuah infrastruktur cloud terkelola yang diselenggarakan oleh T-Systems, perusahaan ini akan mengkonsolidasikan sistem mereka pada sebuah platform tunggal. Hal ini juga membantu departemen TI untuk fokus pada penyediaan nilai bisnis, daripada tetap menjaga semua sistem perusahaan menyala dan berjalan.

Implementasi infrastruktur berbasis cloud ini diharapkan membawa peningkatan signifikan pada efisiensi operasional dengan  manajemen vendor TI yang lebih sedikit, kontrak-kontrak dan penyebaran aplikasi-aplikasi yang lebih cepat dalam lokasi yang berbeda. Perusahaan tersebut saat ini sedang menyebarkan SAP ERP, SAP NetWeaver® Business Warehouse and SAP SCM di cloud dan secara bertahap bermigrasi dari database Oracle ke SAP®Sybase® Adaptive Server® Enterprise.

“Kami sebelumnya memiliki banyak orang yang mengelola server kami dan menjaga infrastruktur kami tetap bekerja. Hal itu adalah pekerjaan yang penting, tetapi nilainya rendah. Kami bukanlah sebuah perusahaan teknologi. Dengan beralih kepada professional untuk menjalankan infrastruktur kami, kami tidak hanya menghemat biaya – kami malah bisa berfokus pada bagaimana menggunakan TI untuk mendukung bisnis kami lebih baik lagi,” ujar Vincent Goh, Global IT Director di DyStar.

Salah satu keuntungan dari cloud privat terkelola adalah kemampuan untuk mengadopsi model konsumsi berbasis langganan. DyStar hanya akan membayar layanan yang digunakan dan mendapatkan keuntungan dari pilihan mengkonsumsi solusi on-premise yang telah terbukti dari SAP dengan penyebaran cloud pada basis berlangganan. Model konsumsi berbasis langganan juga memampukan perusahaan mengimplementasikan perjanjian tingkat layanan dengan T-Systems untuk menjamin layanan tingkat tinggi – sesuatu hal yang sebelumnya DyStar coba untuk mengelola secara internal. T-Systems menyediakan hosting dan manajemen dari solusi SAP pada sebuah infrastruktur cloud privat, tanpa DyStar harus melisensikan solusi-solusi tersebut secara terpisah dari SAP.

“Daripada berinvestasi pada infrastruktur TI, banyak dari pelanggan kami berpindah pada pembelian TI operasional untuk meminimalisir dampak neraca keuangan dan menghemat uang untuk berinvestasi pada proyek-proyek inovasi bisnis. Dengan penawaran SAP berbasis cloud terkelola, DyStar menikmati sebuah nilai secara lebih cepat menurunkan total biaya kepemilikan,” kata Anthony McMahon, Senior Vice President, Ecosystem and Channels, SAP Asia Pasifik Jepang. “Dengan kemitraan inovatif kami seperti dengan T-Systems, mitra kami dapat menciptakan solusi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, termasuk manajemen dan dukungan yang lengkap dari lingkungan SAP mereka.”

Peralihan TI

Bagi DyStar, langkah menuju cloud ini merupakan fase pertama dalam sebuah strategi besar untuk menyatukan infrastruktur dan menggunakan teknology mobile untuk perusahaan. Setelah bermigrasi ke cloud, DyStar akan mengkonsolidasikan database dan aplikasi-aplikasi SAP mereka, membuat jalan bagi layanan mobile dan layanan mandiri business intelligence melalui platform solusi SAP lainnnya.

“Banyak pemimipin TI ingin berubah dari operasi dan dukungan sehari-hari untuk memanfaatkan teknologi agar mendorong bisnis lebih maju. Sebagai hasilnya, kami melihat berbagai organisasi di seluruh industri beralih untuk mengelola cloud untuk mengoptimalkan biaya, mengurangi kompleksitas dan meningkatkan reliabilitas dan skalabilitas. T-Systems’ Dynamic Services menawarkan mereka kemampuan untuk melakukan hal ini dan merespon sifat dinamis pasar melalui sebuah infrastruktur TI yang sederhana, berbasis cloud, sesuai permintaan, dan efektif biaya. Karena DyStar mengalihkan strategi infrastrukturnya menjadi sebuah model cloud terkelola, kami percaya hal ini akan merealisasikan keuntungan-keuntungan signifikan yang akan menjadi sebuah model teladan bagi lebih banyak pelanggan diseluruh wilayah ini,” kata Natasha Kwan, Managing Director T-Systems di Asia Selatan.

“Kami sangat senang melewati tahap-tahap peralihan fundamental dari peran TI dan meningkatkan peran tersebut ke dalam organisasi. Hal ini secara langsung mewujudkan kesempatan perkembangan karir bagi tim kami. Para pekerja kami sekarang lebih terlibat ketika mereka bisa bekerja pada proyek-proyek yang menggairahkan dan melihat hasil yang jelas daripada menangani tugas pemeliharaan,” tambah Vincent Goh dari DyStar. “Dan dengan menciptakan efisiensi untuk meningkatkan operasi kami, TI lebih terlibat pada bisnis. Jika pendekatan ini bisa berhasil bagi DyStar, hal ini bisa juga berhasil pada perusahaan-perusahaan yang lebih besar.”