AMD Umumkan APU Carrizo

Carrizo_2s-500x241

 

 

AMD mengumumkan Accelerated Processing Unit (APU) terbaru dengan codename “Carrizo” di acara International Solid State Circuits Conference (ISSCC) yang berlangsung pada 22-26 Februari di San Fransisco, Amerika Serikat.

 

APU ini dirancang untuk perangkat notebook dan desktop PC hemat daya. Ia menggunakan mikroarsitektur “Excavator” serta generasi baru core GPU AMD Radeon.

 

AMD menyatakan, Carrizo bisa mengurangi konsumsi daya yang dibutuhkan oleh core CPU x86 hingga 40 persen, tetapi tetap mampu menghadirkan performa tinggi dari CPU, grafis, dan multimedia dibanding APU generasi sebelumnya.

 

“Sebagai bagian dari fokus kami dalam menciptakan produk berkualitas serta optimalisasi performa yang telah kami rancang untuk APU terbaru ‘Carrizo’ akan menyajikan lonjakan performa-per-watt terbesar untuk APU mainstream dari AMD,” ujar Sam Naffziger, AMD Corporate Fellow and co-author of the AMD presentation saat presentasi di ISSCC.

 

Dari segi teknis, AMD APU Carrizo memiliki beberapa kelebihan disbanding pendahulunya, Kaveri, yaitu sebagai berikut:

 

• Jumlah transistor 29 persen lebih banyak dibanding Kaveri.

 

• Core x86 “Excavator” sajikan peningkatan instructions-per-clock dengan daya lebih rendah hingga 40 persen

 

• Core GPU Radeon baru yang dilengkapi power supply

 

• Dilengkapi on-chip H.265 video decode

 

• Peningkatan performa dan daya tahan baterai hingga pesentasi dua digit

 

• Southbridge terintegrasi untuk pertama kalinya dalam APU AMD

 

Penambahan jumlah transistor juga membuat Carrizo menjadi prosesor pertama dalam industri yang dirancang kompatibel dengan spesifikasi HSA 1.0 yang dikembangkan oleh HSA Foundation. HSA menciptakan akselerator yang telah diprogram seperti GPU far simpler, mengacu pada performa menjalankan aplikasi lebih baik dengan konsumsi daya lebih rendah.

 

Keunggulan dari desain HSA adalah heterogeneous Unified Memory Access (hUMA) yang ada di dalam Carrizo. Dengan hUMA, CPU dan GPU berbagi ruang memori yang sama. Keduanya bisa mengakses seluruh memori di dalam platform dan mengalokasikan data ke lokasi mana pun di dalam ruang memori dalam sistem.

 

Arsitektur memori yang saling berkaitan ini secara signifikan mengurangi jumlah instruksi yang dibutuhkan untuk mengerjakan banyak tugas komputasi, yang akan membantu meningkatkan baik performa maupun efisiensi daya.

 

Beberapa teknologi penghematan daya terbaru memulai debutnya pada APU Carrizo. Untuk mengatasi masalah turunnya voltase daya, yang dikenal dengan istilah droop, desain prosesor tradisional menyuplai kelebihan daya voltase sebanyak 10 hingga 15 persen untuk memastikan prosesor selalu mendapat daya sesuai kebutuhan.

 

Namun kelebihan daya adalah hal yang disayangkan karena dapat membuang daya yang sebanding dengan peningkatan voltase.  (contoh: kelebihan daya 10% berarti pemborosan daya sekitar 20%).

 

AMD telah mengembangkan serangkaian teknologi untuk mengoptimalkan voltase dimulai dari APU Carrizo, teknologi voltase adaptif yang dimilikinya berfungsi baik pada CPU maupun GPU. Sejak pengaturan frekuensi prosesor bisa dilakukan dalam hitungan nanodetik, hampir tak ada kompromi dalam performa komputasi, ketika daya pada GPU dipangkas hingga 10 persen dan daya CPU dipangkas hingga 19%.

 

Teknologi lainnya yang pertama kali diimplementasikan pada Carrizo adalah adaptive voltage and frequency scaling (AVFS). Teknologi ini memerlukan cara implementasi yang unik, sensor kecepatan berbasis silikon yang telah dipatenkan, dan sensor voltase sebagai pelengkap sensor daya dan temperatur tradisional.

 

Sensor kecepatan dan voltase memungkinkan setiap APU untuk beradaptasi dengan karakteristik silikonnya masing-masing, karakteristik platform, serta ekosistem operasi. Dengan menerapkan parameter tersebut secara real-time, teknologi AVFS dapat hadirkan peningkatan penghematan daya hingga 30%.

 

Sebagai tambahan dalam membantu menghemat daya yang dibutuhkan CPU dengan menyusutkan area core, AMD telah bekerja mengoptimalkan teknologi 28nm dengan fitur hemat daya serta konfigurasi pada GPU untuk menghasilkan performa maksiml dengan daya yang terbatas.

 

Hal ini memungkinkan penyusutan kebutuhan daya hingga 20 persen dibanding grafis (GPU) pada Kaveri dengan frekuensi yang sama.***

 

sumber :teknologi.metrotvnews.com