AMD Jelaskan Beberapa Fitur Anyar GPU Vega

302bf401-0507-4a74-9a17-debd7b64c620_169

AMD baru saja membeberkan informasi terbaru mengenai GPU Vega di acara Capsaicin and Cream.

Dalam presentasinya, Senior Vice President sekaligus Chief Architect Radeon Technologies Group, Raja Koduri, mengatakan Vega akan hadir seperti Polaris dan Ryzen. Kartu grafis yang menggunakan GPU baru ini akan hadir untuk “mengganggu” pasar kartu grafis kelas atas.

GPU Vega memang akan hadir di kartu grafis kelas atas terbaru AMD, yaitu Radeon RX Vega. GPU baru tersebut dikatakan memiliki sejumlah fitur baru mulai dari NCU (Next Generation Compute Units) High-Bandwidth Cache Controller, Rapid Packed Math, Radeon Virtualized Encode, hingga dukungan konfigurasi multi-GPU pada API grafis modern seperti Vulkan dan DirectX 12.

Seperti apa fitur tersebut? Berikut adalah penjelasannya:

AMD High-Bandwidth Cache Controller

Fitur High-Bandwidth Cache Controller atau HBCC merupakan sebuah fitur yang memang dirancang khusus untuk para gamer. Fitur ini diklaim memungkinkan developer game untuk memanfaatkan kemampuan memori serta cache yang ada di Radeon RX Vega hingga 100 persen. 

Melalui HBCC game akan berjalan dengan framerate yang lebih tinggi. Peningkatannya juga tidak main-main, yaitu hingga 50 persen pada average framerate dan 100 persen pada minimum framerate.

AMD Rapid Packed Math

Rapid Packed Math atau RPM merupakan fitur khusus yang memungkinkan kalkulasi matematis di dalam GPU Vega bisa ditingkatkan. Fitur ini merupakan salah satu keunggulan utama dari arsitektur NCU yang digunakan di GPU Vega.

Keuntungan dari penggunaan fitur ini akan berdampak langsung pada performa grafis, terutama ketika GPU melakukan rendering menggunakan teknologi yang erat kaitannya dengan sistem kalkulasi matematis seperti TressFX dan Physics. AMD mengklaim peningkatan performanya mencapai dua kali lipat ketika fitur RPM dinyalakan.

AMD Radeon Virtualized Encode

Tidak hanya akan hadir di PC rumahan, GPU Vega juga bakal digunakan di server cloud. AMD bahkan telah bekerja sama dengan LiquidSky yang merupakan penyedia layanan game streaming. Pengguna LiquidSky nantinya akan bisa merasakan performa GPU Vega melalui layanan streaming game tersebut.

AMD mengatakan inisiatif ini akan membawakan performa grafis kelas atas ke lebih dari 1 juta pengguna PC di dunia. Dalam demonya, AMD memperlihatkan layanan LiquidSky bisa membuat sebuah Microsoft Surface Pro 4 untuk memainkan game Battlefield 1 dengan kualitas grafis tertinggi. 

AMD Radeon RX Vega GPU MultiView Rendering dan Multi-Res Rendering 

Fitur yang terakhir kali ini merupakan fitur khusus untuk pecinta teknologi virtual reality. Dua fitur ini memungkinkan GPU Vega untuk mengurangi pemrosesan grafis yang dianggap tidak perlu saat melakukan rendering grafis untuk VR, sehingga performa bisa ditingkatkan dan latency bisa ditekan.

AMD Radeon RX Vega vs NVIDIA GeForce GTX 1080?

Vega dirancang untuk bersaing dengan kartu grafis kelas atas lainnya. Tentu saja karttu grafis yang akan menjadi saingannya adalah GTX 1080 dari NVIDIA. Pertanyaannya, apakah Radeon RX Vega akan bisa mengalahkan GTX 1080?

Ya, AMD memang mengklaim kartu grafis yang akan datang tersebut bakal mengalahkan performa GTX 1080. Tidak hanya itu, Radeon RX Vega dijanjikan bakal dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif dengan kemungkinan lebih murah dari GTX 1080.

Hingga saat ini, kartu grafis Radeon RX Vega dikatakan akan hadir dalam dua varian. Satu menggunakan GPU Vega 10 dan satu lagi menggunakan GPU Vega 11. Perbedaan keduanya terletak pada memori yang digunakan. Vega 10 dikatakan akan menggunakan memori HBM2 sebesar 8GB. Sedangkan Vega 11 dikabarkan akan menggunakan memori HBM2 sebesar 16GB.

Keduanya dijadwalkan akan hadir pada pertengahan tahun ini. Kemungkinan besar dua kartu grafis ini akan dipamerkan di ajang Computex 2017 bulan Juni mendatang, seperti halnya saat AMD memperkenalkan Radeon RX 480.