United Communications Dipercaya Pimpin Kampanye Komunikasi Inisiatif Adopsi AI Nasional Bersama Konsorsium Teknologi Terkemuka
JAKARTA, 03 Februari 2026 — PT United Komunikasi Mandiri (United Communications) hari ini mengumumkan penunjukannya sebagai agensi komunikasi strategis dan hubungan media resmi untuk memimpin kampanye nasional Indonesia AI Readiness & Sovereign Intelligence 2026-2028, sebuah inisiatif kolaboratif yang didukung oleh konsorsium penyedia teknologi komputasi awan global dan asosiasi industri digital nasional.
Fokus Program & Ruang Lingkup Komunikasi
Dalam mandat multi-tahun ini, United Communications bertanggung jawab merancang dan mengeksekusi strategi komunikasi holistik yang mencakup:
- Executive Thought Leadership: Menyusun materi pandangan pakar dan penulisan opini terarah (*op-ed series*) di media massa nasional untuk mengedukasi jajaran eksekutif mengenai etika dan tata kelola implementasi kecerdasan buatan enterprise.
- Public-Private Dialogue Roadshow: Memfasilitasi serangkaian forum meja bundar pemangku kepentingan antara pimpinan teknologi global, kementerian terkait, akademisi, dan regulator siber di 5 kota besar Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar).
- Sovereign AI Storytelling: Memproduksi studi kasus multimedia yang mendokumentasikan dampak positif adopsi AI di sektor riil, seperti otomatisasi logistik pelabuhan, peningkatan akurasi diagnostik medis di rumah sakit daerah, dan efisiensi rantai pasok manufaktur.
Lead Strategic Advisor United Communications menyatakan:
"Penunjukan ini merupakan bukti nyata dari keahlian mendalam tim kami dalam mengemas isu teknologi berintensitas tinggi menjadi percakapan kebijakan publik yang konstruktif. Kami berkomitmen menjembatani inovasi global dengan aspirasi kedaulatan digital Indonesia."
Kontak Media:
Media Relations Desk - PT United Komunikasi Mandiri
Gading Bukit Indah RB25, Jl. Bukit Gading Raya, Kelapa Gading Permai, Jakarta 14240
Email: pr@united-comm.com | Website: united-comm.com
Continue Reading
Evolusi Media Relations di Indonesia: Mengapa Jurnalis Hari Ini Membutuhkan Kemitraan Berbasis Data