Review Infinix Hot 2: Android One Generasi Kedua

Post on 16 October 2015 by :

Pada awal tahun 2015, Indonesia cukup dikejutkan dengan peluncuran sebuah inisiatif dari Google untuk menjangkau para pengguna pemula dan pembeli smartphone dengan daya beli yang rendah. Inisiasi tersebut disebut Android One. Oleh karena dicetus oleh Google, semua spesifikasi pun juga ditentukan oleh Google sehingga pengguna akan mendapatkan pengalaman yang lebih baik dibandingkan dengan membeli smartphone murah lainnya. Dan yang pasti, smartphone yang masuk ke dalam program Android One ini akan selalu mendapatkan sistem operasi Android terbaru, seperti Marshmallow yang baru-baru ini resmi diluncurkan.

Infinix-Hot-2-Homescreen

Walaupun sudah tahun lalu diluncurkan di India dan tahun ini di Indonesia, ternyata generasi kedua dari Android One pun juga sudah resmi diperkenalkan di Indonesia. Adalah Infinix yang pertama kali memperkenalkan Infinix Hot 2, smartphone Android One generasi kedua pertama yang muncul di Indonesia. Generasi kedua tentu saja memperbaiki semua desain dan spesifikasi yang ada dari generasi pertamanya. Uniknya, desain yang dimiliki oleh Infinix Hot 2 berbeda dengan Lava Pixel V1 yang beredar di India, tidak seperti Android One generasi pertama yang hampir semuanya memiliki desain yang mirip.

Bagi mereka yang sudah membeli smartphone Infinix Hot 2 mungkin sedikit kecewa saat menyalakan perangkat untuk pertama kali. Pasalnya, sistem operasi yang digunakan masih menggunakan Android Lollipop 5.1.1. Setelah beberapa kali melakukan upgrade, ternyata Marshmallow belum dapat diinstalasikan pada smartphone ini. Hal tersebut tentunya bukan masalah besar. Menurut sumber dari Infinix sendiri, Google memang menjadwalkan Android One generasi kedua untuk mendapatkan Marshmallow pada bulan November 2015. Jadi, pengguna hanya harus menunggu sekitar satu bulan lagi untuk mendapatkan sistem operasi terbaru tersebut.

Jika dilihat dari screenshot di atas, Infinix Hot 2 merupakan AndroidOne pertama yang tidak memiliki sensor yang lengkap. Dari beberapa aplikasi pendeteksi sensor, hasilnya pun sama: Hot 2 hanya memiliki tiga buah sensor saja. Hal ini berarti Infinix Hot 2 tidak dapat digunakan untuk cardboard dan game lainnya yang membutuhkan Gyro. Dan karena tidak memiliki sensor magnetik, tentu saja smartphone ini tidak bisa digunakan untuk mencari arah dengan bantuan kompas.

Dari sisi spesifikasi, ternyata SoC yang digunakan pada Android One generasi kedua ini masih memakai SoC Mediatek MT6580M yang sama dengan generasi pertama. Oleh karenanya, CPU yang digunakan masih memakai quad core Cortex A7 berkecepatan 1,3 GHz dan GPU Mali 400MP yang hanya mendukung instruksi 32 bit. RAM yang terpasang sudah berkapasitas 2 GB dan storage internalnya pun sudah bertambah menjadi 16 GB dan terdapat sebuah slot microSD di bagian belakangnya. Layar yang terpasang pun juga telah berdimensi 5 inci dan memiliki resolusi 720p. Baterai yang dipasang pada smartphone ini memiliki kapasitas 2200 mAh.

Yap, belum Marshmallow. Infinix Hot 2 masih menggunakan Android Lollipop 5.1.1 yang tentu saja paling terakhir yang Google keluarkan. Sistem operasi Marshmallow rencananya akan digelontorkan pada bulan November 2015 untuk semua smartphone AndroidOne generasi kedua. Oleh karena itu, pengguna Infinix Hot 2 harus sedikit bersabar untuk mendapatkan sistem operasi baru tersebut yang memiliki mode Doze untuk memperpanjang umur baterainya.

Sama seperti Android One sebelumnya, Infinix Hot 2 menggunakan antarmuka standar dari launcher Google Now. Hal tersebut pun meliputi widget lockscreen untuk lebih memudahkan pengguna saat ingin mengetahui pesan atau apa pun yang terjadi pada smartphone mereka, lalu Recent Apps yang telah berubah menjadi model carrousel, Notification bar dan Quick Setting pun telah diubah sehingga lebih ergonomis saat digunakan.

Untuk launchernya sendiri, hanya sedikit yang berubah dari sebelumnya. Pada application drawer, saat ini pergeseran halaman icon app tidak lagi menggeser ke kanan atau ke kiri. Google telah mengubah scrolling app drawer kembali seperti jaman Donut/Eclair, yaitu dari atas ke bawah.

Yang menarik adalah fungsi SmartLock yang saat ini sudah ditambahkan. Sebelumnya, Lollipop hanya memiliki tiga fungsi SmartLock. Pada Infinix Hot 2, fungsi tersebut pun telah bertambah menjadi empat fungsi yang tentunya bakal lebih mempermudah lagi pemakaian para penggunanya.

Terakhir, RAM tentu saja sudah tidak menjadi masalah. Pada generasi pertama pun, RAM yang terpakai juga sangat sedikit sehingga smartphone dapat digunakan dengan sangat mulus. Infinix Hot 2 menggunakan RAM sebesar 2 GB yang tentunya sudah lebih dari cukup untuk sebuah smartphone dengan harga murah ini.

Infinix-Hot-2-Bagian-Kanan-500x333

Smartphone Android One ini sudah dilengkapi dengan layar standar pilihan Google dengan In-Plane Switching. Dimensi 5 inci dipilih karena membuat smartphone yang satu ini menjadi tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil. Dimensi seperti ini juga mampu meningkatkan tingkat ergonomis saat melakukan pengetikan pada soft-keyboard.

Google pun telah menaikkan resolusi layar pada Android One generasi kedua menjadi 1280 x 720. Dengan tweaking dari Google sendiri, ternyata peningkatan resolusi ini tidak serta-merta membuat Infinix Hot 2 lebih lambat dari Android One generasi pertama. Hasil yang didapatkan pun juga kurang lebih sama dengan AndroidOne generasi pertama. Hal ini pun dapat dilihat nanti pada segmen benchmarking.

Kami pun telah melakukan beragam pengujian dengan gaming. Beberapa waktu yang lalu pun kami sempat melakukan uji gaming dengan Modern Combat 5 dan Asphalt 8 tanpa menggunakan gamepad (kemudi dilayar, bukan motion). Tidak ada lag yang kami temukan saat bermain game. Apalagi saat melakukan navigasi, tidak ada masalah. Dan layar yang lebih besar pun membuat tingkat ergonomis meningkat.

Kamera

Kamera mungkin menjadi salah satu kelemahan AndroidOne generasi pertama. Dengan resolusi 5 megapiksel, foto yang dihasilkan memang tidaklah terlalu buruk, tetapi tingkat ketajaman dan noise menjadi masalah utamanya. Hal inilah yang ingin diperbaiki oleh Google pada generasi keduanya ini. Google pun menginginkan para produsen menggunakan kamera dengan resolusi 8 megapiksel pada AndroidOne generasi kedua.

Infinix pun juga tidak main-main dalam memenuhi permintaan Google. Untuk itu, Infinix menggunakan sensor OmniVision OV8865 yang sama digunakan pada Xiaomi Redmi 2. Hasilnya pun juga mengesankan. Kamera yang digunakan dapat menangkap gambar dengan cukup jelas serta detail gambar dapat terlihat. Noise pun saat cahaya yang cukup tidak terlihat. Untuk kamera depannya, gambar yang dihasilkan cukup standar.

Musik dan video sudah menjadi sebuah standar pada smartphone masa kini. Oleh karenanya, dengan menggunakan sistem operasi Android Lollipop 5.1.1, smartphone ini pun juga sudah dapat digunakan untuk memainkan file-file musik seperti MP3, OGG, FLAC, AAC, dan WMA pada aplikasi standar Android. File-file video seperti MP4, MKV, dan MOV juga telah didukung oleh player video-nya.
Sayangnya, pada smartphone ini tidak ditemukan equalizer. Untuk itu, pengguna harus mendownload aplikasi equalizer pihak ketiga untuk meningkatkan kualitas suaranya. Untungnya, Infinix Hot 2 juga telah menyediakan feature FM Radio. Anda harus menancapkan earphone untuk menjadi sebuah antena agar FM Radio dapat digunakan.

Menggunakan smartphone yang disertifikasi oleh Google memang akan membuat konsumen lebih baik dalam memakai Android. Dengan sistem operasi yang belum di-tweak, tentunya membuat Android “vanilla” terasa lebih responsif dan lebih nyaman dipakai dibandingkan dengan yang sudah dimasukkan beberapa bloatware. Dan setelah mengeluarkan generasi pertamanya, Google pun bekerja sama dengan Infinix untuk meluncurkan Hot 2.

Kinerja yang diberikan oleh Infinix bisa dikatakan kurang lebih sama dengan para pendahulunya. Akan tetapi, kinerja baterai yang sebesar 2200 mAh memang memberikan tambahan sekitar dua jam dibandingkan dengan generasi lamanya. Tentu saja, hal ini membuat Infinix Hot 2 lebih dapat diandalkan dalam penggunaannya sehari-hari.

Kamera juga menjadi sebuah andalan dari Hot 2. Dengan resolusi yang lebih besar serta sensor yang lebih baik, membuat smartphone Android One ini dapat diandalkan untuk mengambil momen-momen setiap harinya. Kinerja kameranya sendiri bisa ditingkatkan lagi dengan aplikasi pihak ketiga.

Android One selalu memiliki harga yang terjangkau. Dengan Rp1.299.000, konsumen sudah bisa memiliki smartphone yang sistem operasinya akan selalu terbaru selama dua tahun ini dengan segala kelebihannya yang sudah disebutkan di atas. Sayangnya, sensor menjadi sebuah kendala pada Hot 2. Bagi Anda yang ingin bermain dengan gyro, sering menggunakan kompas, serta suka dengan Google Cardboard, smartphone ini tidak cocok untuk Anda.

Kelebihan:

+ Harga terjangkau

+ Desain cantik dan tidak kaku

+ Sistem operasi terbaru

+ Kinerja baik

+ Responsif

+ Mampu bermain game-game berat

+ RAM lega

+ Storage internal besar

+ Daya tahan baterai lebih baik dari generasi sebelumnya

Kekurangan:

– OTG!!

– Sensor!

– Equalizer

Sumber : jagatreview.com

Flickr

Testimonials