Indonesia Terbaik Dalam Hal Kepuasan Nasabah Bank di Asia Tenggara

Post on 7 October 2013 by : unitedcomm

JAKARTA — 7 Oktober 2013 — Di seluruh kawasan Asia Pasifik, bank-bank bersaing dengan ketat untuk mendapatkan nasabah dan memperbesar tingkat setoran mereka. Mereka memasuki lingkungan pasar yang baru, terlibat dengan nasabah dengan cara-cara baru, dan menciptakan berbagai penawaran baru. Namun, sebuah laporan baru dari IDC, yang disponsori oleh SAP, menyarankan bahwa ada cara sederhana untuk memperoleh pendapatan yang besar yaitu : membuat nasabah puas. Bank-bank di Indonesia terdepan dalam hal ini. Survei memperlihatkan bahwa Indonesia mencatatkan nilai tertinggi pada tingkat kepuasan para nasabah bank di setiap pasar di Asia Tenggara. Dalam ruang lingkup Asia Pasifik yang lebih luas, hanya India yang yang nilainya lebih tinggi.

Menurut penelitian tersebut, faktor yang paling berpengaruh pada kepuasan nasabah bank di Indonesia adalah lokasi bank tersebut, kemudian diikuti oleh waktu menunggu yang pendek, dan layanan online. Waktu menunggu yang panjang, bagaimana pun juga, tidak muncul secara kuat di Indonesia, yaitu dimana kekurangan promosi dan kerjasama merupakan poin utama untuk berkompromi. Rata-rata nasabah pada bank-bank kecil di Indonesia lebih puas daripada nasabah lain pada institusi yang lebih besar, yang mungkin menciptakan sebuah lingkungan dimana institusi kecil yang baru dapat tumbuh dengan cepat untuk berkompetisi lebih baik dengan pemain besar, pemain yang sudah mapan.

Tiga temuan paling penting pada perbankan di Indonesia dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  • Indonesia mendapatkan nilai kepuasan tertinggi di Asia Tenggara dan kedua tertinggi pada kawasan Asia Pasifik.
  • Sekitar 43% responden Indonesia melaporkan bahwa ATM merupakan channel perbankan yang paling nyaman. Angka ini jauh lebih tinggi daripada kawasan lain yang disurvai dan kemungkinan disebabkan oleh tingginya investasi yang dibuat oleh bank untuk mendirikan infrastruktur kantor-kantor cabang pada daerah pinggiran kota di Indonesia.
  • 10 persen dari responden Indonesia berkata bahwa lokasi fisik bank masih penting – sebuah refleksi rendahnya penetrasi internet di Indonesia yang hanya 22 persen.

SAP adalah pemimpin dalam solusi-solusi teknologi khusus untuk sektor perbankan, dengan sejumlah penawaran-penawaran solusi spesifik untuk perbankan yang lengkap untuk menghadapi setiap tantangan dalam bisnis. Solusi-solusi spesifik industri dari SAP – seperti untuk core banking, analisis bisnis, Cloud, dan solusi mobile dan komputasi in-memory – telah digunakan oleh bank-bank terkemuka di seluruh dunia untuk memacu kesuksesan. Termasuk dalam survai adalah Bank Mandiri, salah satu pelanggan SAP Indonesia dan salah satu bank berperingkat tertinggi di dalam survai. Bank Mandiri memiliki berbagai pencapaian sukses dan referensi-referensi proyek untuk usaha mereka dalam menerapkan konsep customer-centricity, dan telah dikenal dalam evaluasi-evaluasi kepuasan nasabah terkini lainnya.

SAP mensponsori laporan IDC Financial Insights yang mengungkap berbagai pandangan dari 600 nasabah bank-bank di Australia, China, India, Malaysia, New Zealand, Singapura, dan Indonesia. Sebagai bagian dalam laporan, IDC Financial Insights membagi 10 Teknologi Paling Penting yang menggerakkan aktifitas bank pada kawasan tersebut:

  1. Meningkatan program single customer view
  2. Menggunakan analisis canggih untuk memperoleh wawasan tentang nasabah
  3. Memperluas channel tradisional.
  4. Membawa pasar kepada channel yang baru.
  5. Memulai strategi omni-channel bank.
  6. Memasukkan unsur “sosial” ke dalam pengalaman nasabah.
  7. Membuat panggilan strategis pada masa depan pembayaran para nasabah.
  8. Mempersiapkan penetapan harga yang berbeda dengan yang lain
  9. Membawa lebih banyak perhatian pada nasabah dalam perbankan korporasi.
  10. Gamification.

“Industri perbankan di kawasan Asia Pasifik sedang mengalami perubahan signifikan sejalan dengan meningkatnya kompetisi. Nasabah Gen Y mengadopsi perbankan, dan masyarakat beralih pada perangkat-perangkat baru. Setelah krisis panjang yang memperlihatkan bahwa industri finansial secara ekstrim memfokuskan  pada manajemen resiko dan compliance, bank-bank sekali lagi siap untuk berfokus pada nasabah,” ujar Michael Araneta, Director of Research and Consulting at IDC Financial Insights.

Flickr

Testimonials