Gaya ‘Alon-alon Waton Kelakon’ Infinix

Post on 21 January 2016 by : unitedcomm

cf16abec-f766-44eb-9b7b-be4e325496ad_169

Sudah 8 bulan Infinix memperluas bisnis ponselnya di Indonesia. Meski demikian, vendor ponsel asal China ini tak lantas buru-buru berakselerasi. Ibarat pepatah Jawa, alon-alon waton kelakon.

Alon-alon waton kelakon di sini punya arti, Infinix ingin bekerja dengan sabar sesuai rencana bisnis yang ditetapkan, tidak grusa-grusu, namun tetap menggapai target yang diincar.

Hal tersebut diutarakan oleh Marcia Sun, Country Manager Infinix Mobility Indonesia. Ia mengatakan di tahun 2016, masih tetap akan melanjutkan tiga seri Infinix yang sudah dirilis di Indonesia, yakni Hot, Note, dan Zero.

“Untuk tahun 2016 masih sama dengan tahun lalu, dimana masih akan memproduksi produk dari ketiga seri Infinix tadi. Rencananya kami akan merilis tiga model di setiap kuartal. Jadi, bisa dibilang total model ada 12 di tahun 2016,” ujar Marcia ketika ditemui detikINET di Roxy Mas, Jakarta Barat, Senin (18/1/2016).

Begitu pula dalam memproduksi ponsel. Infinix justru tak mau mengumbar target muluk produksi ponsel secara besar-besaran. Cukup 1 juta unit hingga akhir tahun 2016.

“Hal ini karena kami ingin bisnis kami berjalan dengan perlahan. Tidak terlalu terburu-buru,” lanjut Marcia. Nantinya, semua ponsel yang dirilis memiliki harga yang cenderung ditujukan untuk pasar menengah ke bawah.

Infinix sendiri baru saja meresmikan ‘rumah’ pertamanya yang diberi nama Infinix House. Terletak di kawasan Roxy Mas, Jakarta Barat, ‘rumah’ ini berfungsi sebagai show room dan pusat perbaikan produknya.

Sementara untuk mengikuti aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), Infinix menjalin kolaborasi dengan PT Haier Electrica Appliances Indonesia untuk melakukan perakitan lokal. Jadi rencananya nanti, ponsel 4G Infinix bakal menumpang untuk dirakit di pabrik Haier yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Sumber : inet.detik.com

Flickr

Testimonials