AMD Radeon R9 290 Graphic Card Review

Post on 5 March 2015 by :

Logo AMD

Tingginya permintaan pasar akan kartu grafis yang memiliki performa tinggi, dengan itu AMD memberikan solusi dengan menciptakan kartu grafis berkemampuan tinggi dengan harga yang terjangkau khas AMD. Diawali dengan dirilisnya kartu grafis AMD Radeon R9 290X dengan chip GPU Hawaii XT yang sukses dipasaran, AMD berniat untuk menciptakan kembali kartu grafis berkemampuan tinggi dengan harga yang lebih murah. Tidak lama setelah itu, AMD Radeon R9 290 dengan chip GPU Hawaii XT pun rilis, dengan harga yang terpaut cukup jauh dari kartu grafis sebelumnya (Radeon R9 290X), namun masih menggunakan chip GPU Hawaii.

 

Penasaran dengan performa kartu grafis AMD Radeon R9 290 ini? mari kita lihat performa yang dihasilkan oleh kartu ini.

Jika kita bandingkan dengan spesifikasi dari VGA Radeon HD 7000 series dengan VGA Radeon R 200 Series yang sama-sama termasuk dalam kelas enthusiast, maka dapat kita lihat secara lengkap perbedaannya pada tabel di bawah ini.

 

Terlihat dari atas, kartu grafis ini memiliki desain pendingin membentuk huruf “X” dengan perpaduan warna dasar hitam yang menjadikan kartu grafis ini terlihat gagah. Kartu grafis ini juga dilengkapi dengan dua buah kipas pendingin dengan terdapat logo Digital Alliance di tengahnya.

 

Disini kita bisa lihat bahwa kartu grafis AMD Radeon R9 290 Refference ini memiliki bermacam-macam bentuk connector, yaitu satu buah HDMI, satu buah DisplayPort, dan dua buah DVI. Jadi, dengan ini sangat memungkinkan anda untuk dapat menikmati fitur AMD Eyefinity dengan satu buah kartu grafis ini.

 

Untuk dapat menggunakan kartu grafis AMD Radeon R9 290 ini, dibutuhkan konektor power 6-pin dan 8-pin. Dikutip dari media luar (Guru3D,com), mereka menyarankan PSU minimal 550W untuk dapat mengoperasikan sebuah kartu grafis ini.

 

Selain itu, kartu grafis ini juga memiliki fitur Dual-Mode yang dapat kamu gunakan. Dual-Mode yang dimaksudkan di sini ialah terdapat dua buah mode dalam satu buah kartu grafis AMD Radeon R9 290 ini. Mode tersebut ialah Quiet Mode dan Uber Mode. Saat kamu memilih Quiet Mode, kartu grafis ini akan berjalan dengan kecepatan antara 800 hingga 947 MHz, sedangkan jika kamu memilih Uber Mode, akan sangat membantu saat kamu ingin melakukan Overclocking dengan tambahan batas tegangan dan kecepatan yang tetap (tanpa boost) .

 

Pada pengujian kali ini, spesifikasi hardware dari sistem yang akan digunakan untuk melakukan pengujian ialah sebagai berikut:

 

 

•Processor : Intel Core i7 4770K, running at 4000 MHz

•Mainboard : Gigabyte Z87X-OC

•Memory : Gskill TridentX 8GB Kit 2400MHz (F3-2400C10D-8GTX)

•Storage : Corsair Force GS 128GB Sata3

•Power Supply : Corsair AX760

•CPU Cooler : Corsair H105 Liquid Cooling

•Casing : Cooler Master Lab Test V1.0

•Display : Monitor LED 22inch (Resolusi 1920 x 1080p)

•OS : Windows 7 Ultimate 64-bit SP1

•Driver GPU : AMD Catalyst 14.12 Omega | 14.9 WHQL

 

Software benchmark yang kami gunakan untuk pengujian kali ini ialah:

 

 

•3DMark Fire Strike

•3DMark 11 Professional Edition

•Catzilla

•Grid Autosport

•Tomb Rider

•Thief

•Metro LL Benchmark

•Sleeping Dog

•Sniper Elite III

 

Walaupun dapat dikatakan masih menggunakan teknologi 28nm, kartu grafis AMD Radeon R9 290 ini menawarkan performa tinggi yang mampu menjalankan game-game saat ini pada resolusi Full HD dengan pengaturan maksimal. Dengan memori sebesar 4GB murni, kartu grafis AMD Radeon R9 290 ini sangat mampu menjalankan aplikasi atau game di resolusi tinggi tanpa harus khawatir akan terjadi “lag” pada saat bermain game. Although it can be said still using 28nm technology, the AMD Radeon graphics card R9 290 offers high performance capable of running games today at Full HD resolution with maximum settings. With 4GB of memory, graphics card AMD Radeon R9 290 is very capable of running applications or games at high resolution without having to fear a “lag” when playing the game.***

sumber : amdersbandung.com

 

Flickr

Testimonials